Berita

Presiden AS Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin/Net

Dunia

50 Menit Ngobrol, Biden ke Putin: Perang Nuklir Tidak Boleh Dimulai

JUMAT, 31 DESEMBER 2021 | 09:27 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Isu terkait perang nuklir turut menjadi pembahasan selama panggilan telepon Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (30/12).

Menurut seorang staf di Kremlin, Yuri Ushakov, Biden berulang kali mengatakan bahwa perang nuklir tidak boleh dimulai dan tidak dapat dimenangkan.

Panggilan telepon antara kedua pemimpin berlangsung selama 50 menit. Panggilan dimulai pada 15.35 EST hingga 16.25 EST.


Menekankan bahwa para presiden membahas semua topik utama, Ushakov mengatakan bahwa percakapan itu sangat bisnis, bermakna, dan para presiden, yang juga sangat penting, setuju untuk melanjutkan dialog setelah tahun baru.

"Pada prinsipnya, kami puas dengan pembicaraan karena mereka jujur, substantif dan spesifik. Dan saya juga dapat mengatakan bahwa semangat pembicaraan ini konstruktif," kata Ushakov, seperti dikutip ANI News.

Ushakov juga mengatakan selama pembicaraan, Biden menyatakan bahwa Washington tidak akan mengerahkan senjata serangan ofensif ke Ukraina.

"Biden dengan jelas mengatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengerahkan senjata serangan ofensif ke Ukraina," pungkasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya