Berita

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo/Net

Publika

Catatan Akhir Tahun, Momentum Polri Presisi Tangani Pandemi

Oleh: Muhammad Syarif Hidayatullah*
RABU, 29 DESEMBER 2021 | 22:12 WIB

DIPILIHNYA Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri pada bulan Januari 2021 membuka lembaran baru lembaga Kepolisian Republik Indonesia. Mantan Kabareskrim Polri itu hadir dengan visi “Presisi” yang merupakan singkatan dari prediktif, responsibilitas, transparansi dan berkeadilan.

Dengan visi ini, Kepolisian tidak hanya berusaha meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat, tetapi juga melakukan reformasi di internal Polri.

Sepanjang tahun 2021, visi Presisi ini menemukan momentumnya. Dimana Indonesia menghadapi masalah global, yaitu pandemi Covid-19.


Peran Kepolisian dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan juga pemulihan ekonomi masyarakat begitu besar. Kepolisian turun langsung ke masyarakat.

Aparat Korps Bhayangkara itu tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban di tengah-tengah masyarakat. Dengan kepemimpinan mantan Kapolda banten itu, Polri melakukan sosialisasi pencegahan Covid-19, vaksinasi hingga membantu kebutuhan ekonomi masyarakat yang terdampak.

Banyak pihak yang mangapresiasi peran Polri selama pandemi Covid-19 ini. Baik pemerintah sendiri maupun dari elemen sipil. Bahkan, Presiden Jokowi pun langsung memberikan apresiasi secara langsung. Penilaian positif itu disampaikan secara terbuka saat perayaan hari ulang tahun Bhayangkara ke-75.

Selain Presiden, Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartato juga memberi apresiasi saat memberikan pembekalan dalam Apel Kasatwil Polri tahun 2021. Menurut Ketua Umum Partai Golkar itu, peran Polri nyata dalam berbagai upaya mulai dari penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), pendisiplinan protokol kesehatan hingga akselerasi vaksinasi dan penyaluran Bantuan Tunai Pedagang Kaki Lima dan Warung (BT-PKLW).

Selain dari unsur eksekutif, dari pihak legislatif juga banjir apresiasi terhadap peran Polri selama penanganan pandemi yang terjadi Maret 2020 silam itu.

Dari elemen sipil misalnya Moya Institute melalui Direktur Eksekutifnya Hery Sucipto juga memberi memberi apresiasi. Menurutnya, Polri memanfaatkan seluruh Polda, Polres hingga Polsek di Indonesia untuk membantu percepatan vaksinasi. Dan, masih banyak lagi apresiasi yang datang dari banyak pihak.

Banyaknya apresiasi terhadap peran Polri selama pandemi menjadi salah satu indikator bahwa visi Presisi di situasi pandemi sepanjang tahun 2021 menemukan momentumnya. Dampaknya, Polri menjadi lembaga Negara yang sangat berkontribusi besar bagi masyarakat, bangsa dan negara.

Lalu, bagaimana dengan internal Polri? Soal ini, Polri selangkah lebih maju. Sebab, selama kepemimpinan Jenderal Sigit, Polri semakin tegas terhadap jajaran dan anggotanya yang melanggar aturan prajurit.

“Kalau tidak mampu membersihkan ekor maka kepalanya akan saya potong. Ini semua untuk kebaikan organisasi,” kira-kira demikian pernyataan Jenderal Pol Listiyo Sigit Prabowo di suatu kesempatan yang ia sampaiakan kepada jajarannya.

Kalimat ini, tidak hanya berhenti pada kata-kata, tetapi juga hadir melalui tindakan. Indikatornya, sepanjang tahun 2021 sudah banyak pejabat Kepolisian dimutasi karena ketidakmampuannya dalam memimpin organisasi. Bahkan, anggota kepolisian banyak diberi sanksi karena kesalahan atau kelalaian atas tuga yang diemban.

Apa yang dilakukan Polri sepanjang tahun 2021 ini, telah mampu meningkatkan kepercayaan publik. Survei terakhir dari Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan  selama 2-6 November 2021 menghasilkan bahwa kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 80,2 persen.

Angka ini merupakan tertinggi sepanjang delapan tahun terakhir. Data tahun 2020 misalnya, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hanya mencapai 72 persen. Ini membuktikan bahwa Polri telah maju beberapa langkah.

Dengan peran penting, sumbangsih besar dan kemajuan-kemajuan yang dilakukan Polri sepanjang tahun 2021 ini menjadi catatan berharga untuk terus dijaga.

Prinsipnya kepemimpinan Jenderal Sigit harus terus membuktikan kinerjanya pada tahun 2022 mendatang. Sebab, masih banyak tugas besar yang akan dihadapi dalam menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.

*Penulis adalah Direktur Eksekutif Indonesian Youth Leaders Change (IYLC) Institute dan Ketua PB PMII 2017-2020

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya