Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jepang Siap Kirim Astronot ke Bulan pada Dekade Ini

SELASA, 28 DESEMBER 2021 | 14:57 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Jepang mengumumkan rencana ambisiusnya untuk mengeksplorasi ruang angkasa, mengikuti sejumlah negara maju lain seperti Amerika Serikat (AS) dan China.

Perdana Menteri Fumio Kishida pada Selasa (28/12) mengatakan, Jepang bertujuan untuk mengirim manusia ke Bulan pada paruh kedua dekade ini.

"Ruang angkasa bukan hanya perbatasan yang memberi harapan dan impian kepada orang-orang, tetapi juga memberikan landasan penting bagi masyarakat ekonomi kita sehubungan dengan keamanan ekonomi," ujarnya, seperti dikutip Reuters.


Menurut rancangan jadwal rencana, Jepang bertujuan untuk menempatkan orang non-Amerika pertama di Bulan sebagai bagian dari program Artemis, sebuah inisiatif yang dipimpin AS yang bertujuan untuk mengembalikan astronot ke Bulan.

Rencana tersebut juga menjabarkan ambisi Jepang untuk meluncurkan penyelidikan untuk menjelajahi Mars pada 2024, serta menemukan cara untuk menghasilkan listrik tenaga surya di luar angkasa.

Sementara itu, pada pekan lalu, miliarder Jepang Yusaku Maezawa telah kembali ke Bumi usai menghabiskan 12 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Ia menjadi turis luar angkasa pertama yang melakukan perjalanan ke ISS dalam lebih dari satu dekade terakhir.

Tetangga Jepang, China, juga bertujuan untuk menjadi kekuatan luar angkasa utama dunia pada 2030. Beijing juga berencana untuk menempatkan astronot di Bulan.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

AS dan Iran Kembali Saling Serang

Selasa, 05 Mei 2026 | 12:02

Rupiah Melemah Tajam ke Rp17.400, BI Soroti Tekanan Global

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:40

Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I-2026, Tertinggi Sejak Pandemi Covid-19

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:32

Harga Minyak Melonjak Meski OPEC+ Berencana Tambah Produksi

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:22

Polri Larang Anggota Live Streaming Saat Berdinas

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:18

Kenaikan HET MinyaKita Picu Harga Lewati Batas Wajar

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Prabowo Minta Kampus Bantu Pemda Atasi Masalah Sampah hingga Tata Kota

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:09

Penyelidikan Korupsi Lahan Whoosh Mandek, KPK Akui Beban Perkara Menumpuk

Selasa, 05 Mei 2026 | 11:08

Aktivis HAM Tak Perlu Disertifikasi

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Dubes Perempuan RI Baru Sekitar 10 Persen, Jauh dari Target 30 Persen

Selasa, 05 Mei 2026 | 10:40

Selengkapnya