Berita

Presiden Nikaragua Daniel Ortega/Net

Dunia

Nikaragua Sita Bekas Kedutaan Taiwan untuk Diberikan ke China, Menlu Joanne Ou: Komunis Tidak Berhak Mewarisi Properti Kami

SELASA, 28 DESEMBER 2021 | 09:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Nikaragua Daniel Ortega dilaporkan telah menyita dan memberikan lahan yang sebelumnya menampung kedutaan Taiwan kepada China.

Keputusan Ortega menyusul putusnya hubungan diplomatik antara Nikaragua dan Taiwan pada 9 Desember lalu.

Sejak saat itu Nikaragua menuntut Taiwan untuk mengevakuasi semua personel mereka sebelum 23 Desember. Menurut laporan yang dirilis La Prensa pada Minggu (26/12), pemerintah Taiwan buru-buru menyumbangkan bekas kedutaan itu ke Keuskupan Agung Katolik Roma Managua.


Dalam artikelnya, media tersebut melaporkan bahwa rezim Ortega telah memerintahkan bangunan dan semua aset terkait untuk disita dan ditransfer ke pemerintah China, mengutip kepatuhan Nikaragua pada garis Partai Komunis China bahwa Taiwan adalah bagian dari China.

Dekrit tersebut memperingatkan bahwa siapa pun yang membuat 'klaim ilegal' atas properti dan aset, akan menghadapi tindakan pengadilan dan peradilan yang sesuai.

Menanggapi insiden tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou menyatakan pada konferensi pers pada Senin (27/12) bahwa Taiwan adalah negara berdaulat dan merdeka yang tidak terafiliasi dengan China.

Ou mengatakan bahwa berdasarkan Pasal 45 Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, pemerintah Nikaragua berkewajiban untuk melindungi properti dan arsip kedutaan Taiwan setelah pemutusan hubungan diplomatik.

Ou mengatakan Taiwan tidak dapat menerima perambahan ilegal yabg dilakukan oleh pemerintah Nikaragua dan pemindahan propertinya ke China. Dia menunjukkan bahwa batas waktu dua minggu untuk penarikan yang telah ditetapkan untuk kedutaan tidak konsisten dengan norma-norma internasional dan mengabaikan hukum internasional.

"Halangan sewenang-wenang terhadap penjualan simbolis Taiwan atas properti kedutaan untuk digunakan oleh Gereja Katolik merupakan pelanggaran terhadap aset kedutaan dan pelanggaran besar lainnya," kata Ou, seperti dikutip dari Taiwan News, Selasa (28/12).

Dia menekankan bahwa pemerintah Taiwan mengutuk keras tindakan ini.

Ou menegaskan bahwa untuk memenuhi tanggung jawabnya menangani properti milik negara di luar negeri, Taiwan telah menjual gedung kedutaan ke Keuskupan Agung Managua untuk kesejahteraan umum dalam jangka waktu yang sangat terbatas.

"Penandatanganan selesai pada 22 Desember dan diaktakan oleh pengacara setempat," tambahnya.

Menurut Ou, gereja telah berjanji untuk melindungi dan menggunakan properti bekas kedutaan Taiwan dengan benar.

Dia menegaskan kembali bahwa Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari China dan bahwa rezim Partai Komunis China tidak berhak ikut campur dalam urusan luar negeri Taiwan, apalagi mewarisi properti mereka.

Ou juga mengatakan Kemenlu Taiwan menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengutuk tindakan keji pemerintah Nikaragua dan China.

Dia juga meminta orang-orang dari semua lapisan masyarakat untuk membantu Gereja Katolik Nikaragua dalam memperjuangkan hak-haknya dan menuntut agar pemerintah Nikaragua mengembalikan properti itu ke keuskupan agung.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya