Berita

Rekamana CCTV perampokan yang menimpa Meta Kumalasari/Repro

Publika

Perampok Viral pun Dibekuk Polisi

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 20:29 WIB | OLEH: DJONO W OESMAN

POLRI pastikan: Semua kasus ditangani. Laporan Meta Kumalasari (32) dirampok di Pulogadung yang viral karena diabaikan polisi, pekan lalu, sudah beres. Tiga dari lima perampok, dibekuk. Sisanya diburu keras.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan di konferensi pers, Senin (27/12/21) menegaskan: Dua buron, sudah diketahui lokasinya. Tinggal lheeep... Lalu diborgol.

Para tersangka ternyata residivis. Inisial BI (31), AAM (40), dan MW (43). Yang masih dikejar B dan MA.


Zulpan: "Mereka residivis untuk kasus sama, perampokan modus memberitahu pengemudi mobil, ban gembos. Ketika pengemudi berhenti, lalu dirampok."

Berdasar hasil penyidikan, Zulpan mengungkap strategi komplotan bandit ini. Merampok tas milik Meta Kumalasari. Begini:

Komplotan ini sudah mengincar Meta saat mengambil uang di mesin ATM di dalam minimarket. Komplotan tahu, Meta membawa duit. Kemudian Meta naik mobil, nyetir sendirian.

Tersangka BI mengendarai motor, menempel mobil Meta yang melaju. BI memberitahu korban dengan menunjuk-nunjuk bagian belakang mobil korban. Seolah-olah ada yang darurat. Tujuannya, agar pengemudi berhenti.

Disusul tersangka AAM, bermotor, bertindak sama dengan BI. Dengan begitu, korban merasa, ada dua orang berbeda membertahu hal yang sama.

Maka, Meta menghentikan mobilnya. Turun dari mobil. Jalan menuju bagian belakang mobil. Mengecek kondisi ban.

Saat itulah datang tersangka MW, bermotor, berhenti mendekati Meta. Mengajak ngobrol. Memberitahu, ban memang kondisi gembos. Walaupun sebenarnya tidak gembos.

Di saat Meta diajak ngobrol MW, muncul satu motor lagi. Tersangka B membonceng MA. Motor mereka langsung menuju pintu mobil kiri depan. Yang sudah pasti tidak terkunci. Karena Meta ada di luar mobil.

Secepat kilat, MA menyambar tas Meta yang ada di jok depan. Lalu mereka kabur. Misi perampokan sukses.

Zulpan: "Di dalam tas milik korban, ada uang Rp 7 juta, yang baru diambil dari ATM. Digondol pelaku."

Kronologi itu cocok dengan keterangan Meta kepada pers, setelah kejadian Selasa (7/12/21). Begini:

Meta nyetir, meninggalkan halaman minimarket. Belum lama melaju, dia dipepet motor. Sangat mepet. Sampai pemotor bisa mengetuk kaca. Pemotor itu menunjuk-nunjuk bagian belakang mobil Meta. Tidak dihiraukan.

Lalu, muncul lagi pemotor kedua. Orang beda. Melakukan hal yang sama pada Meta.

Kali ini Meta membuka kaca, tapi mobil tetap melaju. "Orang itu bilang, sambil menujuk ke belakang mobil saya: Itu... bahayain orang," kata Meta.

Meta jadi penasaran. Dia mencari tempat yang berlampu terang. Lalu menepi, berhenti.

Meta turun, jalan, menuju belakang mobil. Didatangi pemotor lain, diajak ngobrol. Pada saat bersamaan, sangat cepat, ada motor lain lagi. Menyelip ke sisi kiri mobil. Kilat, pemotor itu membuka pintu depan mobil, menyambar tas di jok depan.

Meta melihat itu. Berteriak. Motor tancap gas. Meta masuk ke mobil, berusaha mengejar maling. Tapi, motor lebih lincah lari. Meta kehilangan jejak.

Kejadian itu terekam CCTV. Meta berhasil mendapatkan rekaman CCTV. Lalu diunggah ke medsos, viral.

Lantas, Meta lapor ke Polsek Pulogadung. Diterima Aipda Rudi Panjaitan. Di situlah Meta protes, karena dia merasa laporannya dicuekin Rudi.

Semua itu direkam Meta, videonya diunggah ke medsos. Viral.

Polri bertindak cepat. Aipda Rudi disidang internal. Dinyatakan, Rudi terbukti salah dalam melaksanakan tugas. Ia dicopot, dipindahkan ke Polres Jakarta Timur dalam rangka pembinaan.

Dalam peristiwa ini, yang dimaksud Kombes Endra Zulpan, bahwa Polri tidak bakal mengabaikan laporan masyarakat. Terbukti, para pelaku perampokan itu sudah ditangkap.

Soal ini pernah disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dalam pengarahan kepada anak buah: Bahwa beredar penilaian masyarakat, "No viral, no justice". Artinya, jika kasusnya tidak viral (melalui medsos) polisi mengabaikan.

Dan, Kapolri menegur keras anak buahnya. Agar bekerja lebih baik. Melayani masyarakat.

Hasilnya, polisi kini kian sigap menanggapi laporan masyarakat. Terbukti di kasus perampokan terhadap Meta ini. Penjahatnya diringkus.

Hanya saja, kebetulan, kasus Meta ini adalah kasus viral.

Penulis adalah Wartawan Senior

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Jenderal Agus Subiyanto Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT Ke-81 TNI

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 18:11

Rayakan Milad ke-81, GPI Gelar Sidang Dewan Organisasi di Bogor

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 17:22

Jalan Panjang Brigjen Ami Prindani Hingga Jadi Kadensus 88 Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Kurikulum Berbasis Cinta Dorong Pesantren Tanamkan Kesadaran Ekologi

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:47

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

PKPA Peradi Profesional Raih Rekor MURI Peserta Terbanyak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:52

Trump Pangkas Dana Iklim Global, Program Konservasi Orangutan RI Ikut Kena Imbas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 15:22

Ekspor Lesu - Stok Melonjak: Harga Minyak Sawit Mentah Catat Penurunan Mingguan Kedua

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:57

PP GPI Apresiasi Gebrakan Reformasi Suyudi di Tubuh Polri

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:45

DOJ Tutup Kasus Powell, Proyek Renovasi Fed Masih Berujung Audit

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:31

Selengkapnya