Berita

Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Mohamed/Net

Dunia

Kisruh Politik Somalia: Mohamed dan Roble Saling Tuding sebagai Pihak Penyebab Tertundanya Proses Pemilihan

SENIN, 27 DESEMBER 2021 | 06:23 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kisruh politik yang melanda Somalia terus berlanjut. Dikabarkan, baru-baru ini Mohamed Abdullahi Mohamed dan Mohamed Hussein Roble terlibat pertengkaran di mana keduanya saling melemparkan tuduhan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tertundanya pemilihan parlemen.

Pertengkaran antara presiden dengan perdana menteri itu dikhawatirkan akan semakin memperluas konflik politik negara di Afrika Timur itu yang sedang berjuang mengentaskan garis kemiskinan dan pemberontakan kelompok jihadis al-Shabaab.

Mohamed dalam sebuah pernyataan Minggu (27/12) mengatakan bahwa Roble telah menyebabkan situasi semakin tidak terkendali dan menjadi ancaman serius.


"Perdana Menteri menimbulkan ancaman serius terhadap proses pemilihan dan melampaui mandatnya," kata kantor presiden mengutip pernyataan Abdullahi Mohamed.

Hingga Sabtu (25/12) hanya 24 dari 275 perwakilan yang terpilih, menurut Mohamed Sheikh Mursal, salah satu pejabat parlemen, sementara pemilihan parlemen yang dimulai pada 1 November itu seharusnya selesai pada 24 Desember.

Kantor Perdana Menteri kemudian membalas klaim tersebut dengan mengatakan bahwa presidenlah yang telah menghabiskan begitu banyak waktu, energi, dan keuangan, untuk pemilihan nasional, dan itu hanya menimbulkan rasa frustasi karena berefek pada kemungkinan gagalnya proses pemilihan.

Situasi tersebut mendapat perhatian dari Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri AS pada Minggu (26/12) mengatakan keprihatinannya atas proses pemilihan yang berlarut-larut serta perselisihan antara presiden dan perdana menteri.

"Amerika Serikat sangat prihatin dengan penundaan yang terus berlanjut dan ketidakberesan prosedural yang telah merusak kredibilitas proses pemilihan," isi pernyataan Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip dari Reuters.

Somalia, yang hanya memiliki pemerintahan pusat terbatas sejak tahun 1991, sedang berusaha membangun kembali negaranya dengan bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Lewat pemilihan langsung pertamanya dalam lebih dari tiga dekade, negara iu berharap dapat menata dan dan melawan ketidakstabilan kronis di negara itu.

Pada bulan April, faksi-faksi pasukan keamanan yang bersekutu dengan Mohamed dan Roble merebut daerah-daerah di ibu kota, ketika perdana menteri dan oposisi menentang langkah untuk memperpanjang masa jabatan empat tahun presiden menjadi dua tahun lagi.

Konfrontasi itu diselesaikan ketika presiden menempatkan Roble sebagai penanggung jawab keamanan dan mengatur pemilihan umum yang tertunda.

Roble pada Minggu mengatakan dia akan mengadakan pertemuan pada hari Senin untuk menemukan cara untuk mempercepat pemilihan.

Tidak mau kalah, Kantor Presiden Mohamed juga mengatakan dia akan mengadakan pertemuan terpisah tentang pemilihan dan "menyepakati kepemimpinan yang mampu untuk mempelopori pemilihan yang tepat waktu dan transparan" tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang berapa lama prosesnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya