Berita

Paus Fransiskus berdoa pada malam Natal 2021/Net

Dunia

Pesan Paus Fransiskus di Malam Natal, Jangan Menyakiti Tuhan dengan Meremehkan Orang Miskin

SABTU, 25 DESEMBER 2021 | 06:56 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perayaan Natal di Basilika Santo Petrus nampak khidmat. Meskipun jumlah jemaat yang hadir jauh lebih sedikit dibanding tahun-tahun sebelum pandemi, kebaktian tetap berjalan lancar dengan isi kotbah Paus Fransiskus yang begitu dalam.

Di hadapan sekitar 1.500 orang, Paus mengatakan bahwa orang yang acuh tak acuh terhadap orang miskin sama dengan menghina Tuhan. Yesus dilahirkan tanpa apa-apa, dan dia mendesak semua untuk "melihat lebih dalam dan melampaui semua lampu dan dekorasi" agar bisa mengingat lagi bahwa ada orang yang hodup lebioh susah dan paling membutuhkan.

Paus yang tidak mengenakan masker, berjalan menyusuri lorong tengah basilika saat paduan suara Kapel Sistina menyanyikan Noel, memulai liburan Natal yang memperingati kelahiran Yesus di palungan di Betlehem. Acara kebaktian pada Jumat (24/12) tengah malam itu, dibatasi oleh aturan Covid-19, sehingga jumlah jemaah hanya sekitar seperlima dari tahun-tahun sebelum pandemi.


“Saudara-saudara, berdiri di depan buaian, kami melihat lebih dalam, di luar semua lampu dan dekorasi yang indah. Kami memikirkan anak-anak itu,” kata Paus, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (25/12)

Bayi Yesus yang lahir dalam kemiskinan harus mengingatkan orang bahwa melayani orang lain lebih penting daripada mencari status atau visibilitas sosial atau menghabiskan seumur hidup untuk mengejar kesuksesan, ujar Paus yang saat ini berusia 85 tahun.

“Di dalam mereka (orang miskin), dia ingin dihormati,” kata Paus, yang telah menjadikan pembelaan orang miskin sebagai landasan kepausannya.

"Pada malam yang penuh cinta ini, semoga kita hanya memiliki satu ketakutan, yaitu takut menyinggung cinta Tuhan, menyakitinya dengan meremehkan orang miskin, dengan ketidakpedulian kita. Yesus sangat mencintai mereka, dan suatu hari mereka akan menyambut kita di surga," kata Paus.

Beberapa saat sebelum kebaktian dimulai otoritas Italia mengumumkan bahwa pemerintah mendesak semua orang di negara itu untuk melakukan vaksinasi, terutama untuk karyawan Vatikan.  

Organisasi Buruh Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa ada lebih dari satu juta kematian terkait pekerjaan setiap tahun.

Italia melaporkan rekor harian kedua berturut-turut untuk kasus Covid-19, dengan infeksi baru mencapai 50.599 kasus.

Ini adalah Natal kedua yang dibarengi pandemi. Perayaan Natal juga dilakukan Di Manger Square Bethlehem, di mana pengunjung mengenakan topi Santa dan menabuh genderang menandai Malam Natal dengan lebih sedikit orang yang hadir akibat ketakutan akan virus corona.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya