Berita

Sukhoi Su-35/Net

Dunia

Media Rusia: Khawatir Ancaman AS, Indonesia Batal Beli Jet Tempur Sukhoi Su-35

JUMAT, 24 DESEMBER 2021 | 12:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pembatalan rencana Indonesia untuk membeli jet tempur asal Moskow dan menggantinya dengan pesawat tempur dari AS dan Prancis ikut menjadi perhatian media Rusia. Russian Today memuat laporan saat Marsekal Udara Fadjar Prasetyo membuat pernyataan kepada wartawan pada Rabu (23/12) bahwa Indonesia batal membeli Sukhoi Su-35 buatan Rusia.

“Mengenai Sukhoi Su-35, dengan berat hati, ya, kami membatalkan rencana itu. Kita tidak bisa terus membicarakannya,” kata Fadjar Prasetyo kepada wartawan, seperti dikutip dari RT, Kamis (24/12).

Marsekal Fadjar mengatakan keputusan tersebut dibuat karena proses akuisisi yang “berlarut-larut”, dan kekhawatiran bahwa Indonesia akan terkena sanksi AS karena membeli senjata dari Moskow.


Kesepakatan 1,1 miliar dolar AS untuk mengganti pesawat F-5 Tiger yang usang dengan jet tempur Rusia ditandatangani pada 2018, tetapi implementasi kontrak terhenti.

Sebagai gantinya, Fadjar mengatakan Indonesia saat ini sedang mempertimbangkan pembelian F-15EX Eagle II dan pesawat tempur Dassault Rafale Prancis.

“Tim F-15 EX datang ke saya dan mereka memberi tahu kami jika kami menandatangani kesepakatan hari ini, kami akan menerima unit pertama sekitar 2027,” kata Fadjar.

Di bawah Undang-Undang Melawan Musuh Amerika Melalui Sanksi 2017 (CAATSA), Washington dapat menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang membeli senjata dari Rusia.

Pada bulan Oktober, beberapa senator AS mendesak Gedung Putih untuk mengesampingkan kemungkinan sanksi CAATSA terhadap India, yang memungkinkan New Delhi untuk membeli sistem rudal pertahanan udara S-400 Rusia.

Namun, hingga saat ini keputusan pelepasan tersebut belum secara resmi dibuat.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya