Berita

Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban /Net

Dunia

Bosnia Mengecam PM Hungaria karena Retorika Anti-Muslim

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 14:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bosnia bereaksi atas pernyataan Hongaria yang telah menyinggung umat Muslim. Para pejabat dan pemimpin agama Bosnia pada Rabu (22/12) mengecam apa yang dikatakan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban dan juru bicaranya,  bahwa integrasi Bosnia ke dalam Uni Eropa akan menjadi tantangan karena populasi Muslimnya yang besar.

Pernyataan itu dianggap rasis, dan menjadi tantangan besar bagi Bosnia yang kemudian meminta agar Orban diblokir dari rencana kunjungannya ke Sarajevo.

Kepala komunitas Islam, Mufti Besar Husein Kavazovic, bahkan menyebut pernyataan Orban adalah xenophobia dan rasis.


“Jika ideologi semacam itu menjadi dasar kebijakan Eropa bersatu, maka kita akan dibawa kembali ke masa ketika persatuan Eropa dibangun di atas ideologi fasis, Nazi, kekerasan, dan genosida yang serupa yang mengarah pada Holocaust dan kejahatan mengerikan lainnya," kata Kavazovic dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Arab News.

Anggota kepresidenan tripartit Bosnia, Sefik Dzaferovic, menyebut pernyataan Orban sangat kasar dan memalukan.

“Ini bukan tantangan bagi UE untuk mengintegrasikan 2 juta Muslim (Bosnia), karena kami adalah penduduk asli Eropa yang selalu tinggal di sini dan kami adalah orang Eropa,” tegasnya.

Bosnia, yang terdiri dari Bosnia, Serbia, dan Kroasia, sedang mengalami krisis politik paling parah sejak berakhirnya perang saudara pada 1990-an. Dengan dukungan diam-diam dari Rusia dan Serbia, orang-orang Serbia Bosnia mengancam akan membentuk tentara, peradilan dan otoritas pajak mereka sendiri, menghidupkan kembali kekhawatiran akan pecahnya lagi negara Balkan.

Orban telah dikenal karena kebijakan anti-migrasinya, mengklaim migran Muslim adalah ancaman terbesar bagi nilai-nilai Kristen Eropa. Dia juga telah mendukung aksesi cepat Serbia ke dalam UE meskipun kebijakan sekutunya semakin otokratis, Presiden Serbia Aleksandar Vucic.

Kemarahan para pejabat Bosnia dipicu oleh pidato Orban pada Selasa (21/12) yang mengatakan bahwa tantangan dengan Bosnia adalah bagaimana mengintegrasikan sebuah negara dengan 2 juta Muslim.

Selama pidato itu, Orban juga mengatakan bahwa Hungaria tidak akan mendukung sanksi Uni Eropa terhadap pemimpin Serbia Bosnia Milorad Dodik seperti yang diancam oleh Jerman dan beberapa negara anggota lainnya karena pendirian separatisnya.
“Sarajevo telah kehilangan keberanian, menyerang semua orang -- Serbia, Kroasia, Slovenia, sekarang Hungaria. Belum lagi Rusia,” kata Dodik, Rabu, merujuk pada dukungan yang diduga diterimanya dari negara-negara tersebut.

“Saya melakukan yang terbaik untuk meyakinkan para pemimpin besar Eropa bahwa Balkan mungkin lebih jauh dari mereka daripada dari Hongaria, tetapi bagaimana kita mengelola keamanan negara tempat 2 juta Muslim tinggal adalah masalah utama untuk keamanan mereka juga.” katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya