Berita

Pakar penyakit menular AS Anthony Fauc/Neti

Dunia

Jelang Musim Liburan, Pakar Kesehatan AS Ingatkan Agar Tidak Melakukan Pertemuan Besar

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 11:00 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Meski sempat mengatakan bahwa varian Covid-19 Omicron tidak lebih berbahaya dari varian Delta, pakar penyakit menular AS Anthony Fauci meminta warga Amerika agar tetap waspada dan menghindari pertemuan besar.

Peringatan tersebut disampaikan Fauci jelang datangnya musim liburan Natal di tengah lonjakan infeksi yang dipicu oleh strain Omicron yang saat ini menjadi varian dominan.

"Orang Amerika yang divaksinasi dan dikuatkan terhadap Covid-19 dapat bersama keluarga selama liburan, tetapi menghadiri pertemuan besar tidak aman, bahkan bagi mereka yang menerima dosis booster," kata Faucy, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/12).


"Ada banyak dari pesta-pesta ini yang memiliki 30, 40, 50 orang di mana Anda tidak mengetahui status vaksinasi individu. Itu adalah jenis fungsi dalam konteks Omicron yang tidak ingin Anda datangi," kata Fauci. pada briefing Gedung Putih.

Bukti awal menunjukkan Omicron kurang parah daripada varian Delta, kata Fauci, mengutip penelitian dari Afrika Selatan dan Skotlandia, tetapi memperingatkan orang Amerika harus tetap berhati-hati.

"Ini kabar baik. Namun, kita harus menunggu untuk melihat apa yang terjadi pada penduduk kita sendiri yang memiliki pertimbangan demografisnya sendiri," katanya.

Sementara Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS Rochelle Walensky, mengatakan bahwa rata-rata tujuh hari kasus Covid-19 di Amerika Serikat naik 25 persen dari minggu sebelumnya menjadi sekitar 149.300 kasus per hari, dengan rata-rata kematian harian naik 3,5 persen pada 1.200.

"Omicron mewakili sekitar 73 persen kasus di seluruh negeri," kata Walensky.

"Peningkatan proporsi Omicron ini yang kami antisipasi dan sudah kami persiapkan," katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya