Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Laporan Media: Sudah Waktunya Pakistan Meniru Arab Saudi, Mengubah Garis Kerasnya untuk Kemajuan Bangsa

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 10:50 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pakistan perlu mengubah sikap garis kerasnya menjadi progresif dan membuat ekonomi dan masyarakatnya menjadi lebih baik.

Artikel yang tertulis di media lokal Pakistan mengungkapkan bagaimana Arab saudi mampu mengubah sistemnya dan menjaidkan negara itu berkembang lebih baik, hal yang mestinya ditiru oleh Pakistan.

"Langkah-langkah yang diambil oleh Arab Saudi telah datang seperti petir di masyarakat Saudi. Reformasi ini membuka masyarakat yang tertindas. Masyarakatnya telah menerima reformasi ini. Karena perubahan inilah Saudi dapat menjadi tuan rumah Arab Expo 2030. Negara-negara seperti kita (Pakistan) dan orang-orang di dalamnya juga harus berubah untuk membuat ekonomi dan masyarakat kita lebih baik," tulis media lokal itu, seeprti dikutip dari ANI News, Kamis (23/12).


Pekan lalu, Kementerian Agama Pemerintah Saudi mengeluarkan perintah yang mengarahkan masjid untuk memberi tahu orang-orang melalui pidato Jumat tentang khotbah yang salah oleh Jamaah Tabligh.

"Arab Saudi melarang Jamaah Tabligh (yang salah), menyebutnya sebagai hal yang berbahaya bagi masyarakat dan salah satu gerbang terorisme," tulis media itu.

Jamaah Tabligh adalah gerakan misionaris Islam Sunni transnasional yang menasihati umat Islam dan mendorong sesama anggota untuk mengikuti bentuk murni Islam Sunni.

Jamaah Tabligh (Ahbab) juga masuk dalam daftar sasaran pemerintah Saudi. Penguasa Saudi telah menyadari bahwa ada peran dalam menghancurkan Jemaat lewat khotbah yang salah.

Arab Saudi memiliki pengaruh besar pada kegiatan budaya di sub-benua. Bagaimana perubahan yang begitu cepat di Saudi akan mempengaruhi kelompok-kelompok agama di sub-benua, ini juga merupakan pertanyaan besar dan penting bagi Pakistan.

Melihat hubungan dengan Israel, sejarah telah memasuki babak baru. Arab Saudi yang berlawanan dengan Israel, saat mini nampaknya terlihat mendekat.

Israel juga semakin dekat dengan UEA dan negara-negara Teluk lainnya. Program atom Iran adalah alasan utama bagi Israel dan UEA untuk semakin mendekat.

"Sekarang Saudi telah bergandengan tangan dengan Israel dan juga melarang Jamaah Tabligh, haruskah kita melihatnya sebagai kekalahan sekte tertentu? Tidak, ini tidak perlu dibaca atau dianggap sebagai kekalahan sekte tertentu. Ini sebenarnya kekalahan mereka yang ingin menguasai dunia dan mendominasi dengan bantuan filosofi, pola pikir atau prinsip atau sebagai bagian dari agenda mereka," tulis artikel tersebut.

Pemerintah Saudi tidak pernah memberikan hak apa pun kepada wanita karena agama atau karena Syariah. Namun, kini tampaknya mereka sudah menyadari bahwa sulit untuk terus maju dan bertahan dengan cara yang kaku seperti itu.

"Langkah-langkah yang diambil oleh Arab Saudi telah datang seperti petir di tengah masyarakat. Reformasi ini membuka masyarakat yang tertindas. Jadi, kapan pembatasan yang kaku di Pakistan sudah berakhir seperti di Saudi?"

Negara-negara seperti Pakistan dan rakyatnya juga harus berubah untuk membuat ekonomi dan masyarakat kita lebih baik, lanjut artikel tersebut.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Hubungan Industrial Harmonis Fondasi Penting Tingkatkan Kinerja Pelindo

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:45

Kemhan Renovasi Sekretariat LVRI dan Bedah Rumah Veteran di 19 Provinsi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 05:22

Seribu Lebih Ponpes Kini Bisa Kelola Dapur MBG

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:45

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Polisi Tangkap Dua Orang Penghasut di Medsos terkait Pernyataan Prabowo soal Nuklir Iran

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:08

Pengusaha Nasional Didorong jadi Pilar Kedaulatan Ekonomi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:55

IDCPC sebagai Instrumen Soft Power Diplomacy China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:35

Rencana Purbaya Kuasai Saham Whoosh Sudah Sampai ke Pemerintah China

Jumat, 07 Agustus 2026 | 03:15

BGN Bidik Percepatan Pembangunan SPPG di Wilayah 3T

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:54

Perbankan Harus Beri Karpet Merah UMKM agar Naik Kelas

Jumat, 07 Agustus 2026 | 02:28

Selengkapnya