Berita

Perdana Menteri Narendra Modi/Net

Dunia

India Catat 213 Kasus Omicron, Terbanyak Di Delhi

KAMIS, 23 DESEMBER 2021 | 06:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyebaran varian Omicron di India begitu cepat. Pada Rabu (22/12), otoritas mengatakan bahwa jumlah kasus varian Omicron kini telah mencapai 213 di seluruh India.

Delhi dan Maharashtra melaporkan jumlah infeksi terbanyak dengan jumlah 57 dan 54 kasus. Menyusul Telangana 24, Karnataka 19, Rajasthan 18, Kerala 15 dan Gujarat 14. Menyusul kemudian tiga kasus di Jammu dan Kashmir dan masing-masing dua di Odisha dan Uttar Pradesh, seperti dilaporkan NDTV..

Perdana Menteri Narendra Modi segera melakukan pertemuan darurat untuk meninjau situasi yang mengkhawatirkan tersebut.


Ia meminta jajarannya untuk melakukan gerakan cepat dan mengaktifkan lagi aturan pembatasan, termasuk jam malam untuk menahan laju penyebarannya.

Varian Omicron, yang dikenal sangat mudah menular, telah memicu alarm dan memicu kenangan suram tentang gelombang kedua pandemi yang menghancurkan yang telah membuat infrastruktur kesehatan negara itu bertekuk lutut.

Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan varian Omicron menyebar lebih cepat daripada varian Delta dan menyebabkan infeksi pada orang yang sudah divaksinasi atau yang telah pulih dari Covid.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya