Berita

Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson/Net

Dunia

Kasus Omicron Terus Bertambah, Swedia Sarankan Karyawan Kembali Bekerja dari Rumah

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 17:40 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aturan bekerja dari rumah akan kembali diberlakukan Pemerintah Swedia bersamaan dengan diterapkannya pembatasan aturan jarak sosial yang lebih ketat sebagai upaya untuk menahan lonjakan kasus baru infeksi Covid-19 varian Omicron.

Pemberitahuan tersebut disampaikan Perdana Menteri Magdalena Andersson dalam konferensi pers yang dilakukan pada Rabu (22/12).

“Laju infeksi baru meningkat dengan cepat dan kami melihat lebih banyak tekanan pada sistem perawatan kesehatan," kata  Andersson, seperti dikutip dari Reuters.


“Penyebaran varian virus baru - Omicron – mengkhawatirkan,” ujarnya.

Badan Kesehatan Masyarakat Swedia telah mencatat 12.681 kasus baru dan 11 kematian dalam periode dari Sabtu hingga Senin. Diperkirakan laju infeksi baru akan meningkat dalam beberapa minggu mendatang, terutama karena varian Omicron yang lebih mudah ditularkan.

Puncaknya, yang diperkirakan pada pertengahan Januari, bisa mencapai 15.000 kasus baru per hari jika skenario terburuk Badan tersebut terbukti benar. Itu akan menjadi jumlah harian tertinggi sejak awal pandemi pada awal 2020.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya