Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Moderna Siap Kembangkan Vaksin Booster Khusus untuk Melawan Covid Varian Omicron

RABU, 22 DESEMBER 2021 | 09:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah perusahaan pembuat vaksin, termasuk Moderna terus berupaya mengembangkan suntikan booster untuk melawan kuatnya varian Covid Omicron.

Dalam keterangannya, Kepala Eksekutif Moderna, Stephane Bancel, mengatakan pada Selasa (31/12) bahwa perusahaannya berharap bisa memulai uji klinis vaksin khusus varian Omicron yang menyebar cepat pada awal tahun depan. Namun demikian, saat ini Moderna masih berfokus pada dosis booster dari vaksin mRNA-1273.

"Hanya perlu penyesuaian kecil untuk Omicron. Saya tidak mengharapkan ada masalah," kata Bancel dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Swiss TagesAnzeiger, seperti dikutip dari AFP.


Dikatakan bahwa perusahaan tersebut saat ini sedang menunggu informasi penting tentang varian baru itu untuk memulai pengembangan.

"Itu akan memakan waktu satu atau dua minggu lagi," kata Bancel.

"Ini akan memakan waktu beberapa bulan sebelum kami dapat memproduksi 500 juta dosis setelah persetujuan. Tetapi kapasitas kami hari ini jauh lebih tinggi daripada tahun lalu," katanya.

Jika badan persetujuan seperti Food and Drug Administration AS dan Swissmedic Swiss memerlukan studi lebih lanjut, itu akan menambah setidaknya tiga bulan.

"Beberapa pihak berwenang menginginkan penelitian, yang lain masih ragu-ragu. Menurut pendapat saya, itu sangat tergantung pada seberapa parah penyakit itu berkembang," katanya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya