Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Puluhan Warga Turki Meninggal Akibat Tenggak Miras Oplosan

SELASA, 21 DESEMBER 2021 | 11:51 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Di tengah upaya pihak berwenang Turki menertibkan penjualan minuman beralkohol palsu jelang perayaan Tahun Baru, kasus kematian akibat minuman ini justru bertambah. Aparat mencatat ada 50 kematian akibat keracunan minuman keras oplosan.

Hurriyet Daily
melaporkan pada Senin (20/12), dalam 24 jam terakhir, enam orang di sejumlah provinsi kembali tewas akibat menenggak kandungan metil alkohol yang sangat fatal jika dikonsumsi.

Otoritas keamanan telah melakukan operasi di 81 provinsi negara itu untuk menangkap mereka yang bertanggung jawab memproduksi dan menjual minuman keras ilegal.


Jumlah mereka yang ditahan dalam operasi yang sedang berlangsung di seluruh negeri telah mencapai 100, sementara 18 tersangka ditangkap oleh pengadilan setempat.

Baru-baru ini, satu setengah ton alkohol bajakan disita dan dua orang ditahan dalam operasi yang diadakan di Büyükçekmece, sebuah distrik di ujung barat Istanbul.

Sejumlah provinsi yang melaporkan kasus kematian akibat alkohol oplosan itu termasuk provinsi Gaziantep, KahramanmaraÅŸ, Sivas, Yalova, Erzincan, Aksaray, Mersin, Kocaeli dan Zonguldak, dan Istanbul mencatat jumlah kematian tertinggi dengan 22 orang tewas.

Otoritas lokal Istanbul mengatakan bahwa 11 dari 22 kematian adalah warga negara asing, namun tidak diungkapkan dari negara mana mereka berasal.

Melonjaknya harga minuman beralkohol telah mendorong para penipu untuk memproduksi minuman ilegal dengan kandungan yang berbahaya.

Para ahli berulang kali memperingatkan konsumen untuk tidak membeli dari penjual yang tidak berlisensi atau mencoba menyaring minuman mereka sendiri di rumah dengan bahan yang tidak dikenal.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya