Berita

Pemrakarsa Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK), Adhie M. Massardi/RMOL

Nusantara

Kalah Sama Mafia Tanah, Adhie Massardi: Menteri Sofyan Gak Layak Dipertahankan

RABU, 15 DESEMBER 2021 | 22:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Jika tak mampu kendalikan mafia tanah, Sofyan Djalil dianggap tidak layak melanjutkan jabatan sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Begitu yang disampaikan oleh salah satu Pemrakarsa Poros Nasional Pemberantasan Korupsi (PNPK), Adhie M. Massardi usai mengikuti acara Dialog Pra Konferensi Nasional PNPK bertajuk "Menghentikan Kejahatan Pejabat Kotor dan Pengusaha Kotor Merampok Kekayaan Negara" yang diselenggarakan di Cafe House of Arsonia, Jalan Pejompongan Raya, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu sore (15/12).

Adhie mengatakan, mafia di semua sektor terdiri dari pemasok, aparat keamanan, dan birokrasi. Sehingga, segala macam bentuk mafia, seperti mafia narkoba, judi termasuk tanah, komponennya selalu dari pelaku, aparat keamanan dan birokrasi.


"Birokrasi dalam pertanahan yang paling besar itu di kantornya Pak Sofyan Djalil. Jadi kalau mafia tanah masih marak, saya jamin 100 persen bahwa orang-orang di BPN itu terlibat. Tanpa keterlibatan orang-orang birokrasi di BPN itu, mustahil ada mafia," ujar Adhie.

Sehingga kata Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ini, persoalan mafia tanah merupakan tanggung jawab dari Sofyan Djalil.

"Kalau dia tidak bisa mengendalikan mafia tanah, berarti dia juga secara hukum terlibat karena melakukan pembiaran. Dan kalau itu terjadi berarti kan ya dia tidak layak lagi melanjutkan jabatannya di lembaga yang mengurusi, memiliki otoritas soal tanah di Indonesia," pungkas Adhie.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya