Berita

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Menparekraf Sandiaga Uno/Net

Politik

Pengamat: Gerinda Pasti Harga Mati Usung Kader Sendiri di Pilpres 2024

SENIN, 13 DESEMBER 2021 | 14:50 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Gerindra diyakini akan mengusung kader sendiri dalam gelaran Pemilu 2024 mendatang.

Langkah tersebut diambil bukan karena tidak ada lagi incumbent atau petahana pada pilpres nanti. Namun, mengacu pada elektoral figur yang dimiliki Partai Gerindra. Yakni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno.

Begitu disampaikan Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin (13/12).


"Bagi Gerindra bukan soal ada atau tidak ada incumbent di 2024, Gerindra partai besar dan punya 2 figur yang populer dan elektabilitas bagus. Prabowo dan Sandi," kata Adi Prayitno.

"Gerindra pasti harga mati usung kadernya sendiri maju capres. Itu alamiah dalam politik. Apalagi dalam 2 kali pilpres Gerindra majukan Prabowo," imbuh dia.

Oleh karena itu, Adi Prayitno menilai masuknya nama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Uno sebagai lima besar capres potensial 2024 dalam rilis survei Indopol Survey and Consulting, tentu membuat Gerindra semakin yakin akan tetap mengusung capres dari internal.

Sebab, Gerindra merupakan partai besar dan tentu mengejar efek ekor jas jika mengusung capres dari partainya. Baik itu Prabowo Subianto sendiri selaku Ketua Umum Gerindra maupun akan mengusung Sandiaga Uno. Namun, itu semua tergantung keputusan Prabowo Subianto.

"Semua tergantung Prabowo. Beliau ketum partai dan Menhan. Gerindra surplus kader. Ada Prabowo dan Sandi. Yang penting gerindra majukan capres sendiri biar dapat efek ekor jas," demikian Adi Prayitno. 

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya