Berita

Pimpinan DPD RI Nono Sampono/Net

Politik

Demi PT 0 Persen, DPD Perlu Gandeng Partai Oposan

MINGGU, 12 DESEMBER 2021 | 14:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

DPD RI harus kompak jika menginginkan ambang batas presiden atau presidential threshold (PT) 0 persen. Pasalnya, dengan kekuatan tersebut akan membuat pemerintah mengabulkan aspirasi DPD RI tersebut.

Begitu yang dikatakan pimpinan DPD RI Nono Sampono ketika berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL mengenai PT 0 persen yang diperjuangkan DPD RI dan juga cita-cita Firli Bahuri, Minggu (12/12).

Selain kompak, DPD juga harus menggandeng kekuatan lain untuk memuluskan jalan tersebut.


“Jadi DPD harus kompak kemudian mengajak parpol yang oposan, plus yang itu (kekuatan luar rakyat) bisa kalau terus didorong. Manfaatkan momentum yang ke depan ini 2024 sebagai kekuatan untuk berubah, saya kira itu,” ucap Nono.

Menurutnya, jika harus memperjuangkan lewat amandemen UUD 45 di MPR RI akan melewati prosedural yang cukup panjang. Sehingga langkah menuju judicial review ke MK adalah salah satu jalan keluar yang perlu ditempuh untuk memperjuangkan PT 0 Persen.

"Itu dari yang sepertiga yang mengusulkan 136 enggak cukup. Yang kedua, persidangan juga harus dihadiri minimal 2/3. Nah itu. Kemudian keputusannya 50 persen plus satu, tambah lagi nggak gampang ini. Paling tidak ini aja dulu Judicial Review, dicoba,” katanya.

"Sekarang ini dari DPD ada yang mengusulkan, Pak Bustami cs, semua punya hak untuk itu DPD juga punya hak baik sebagai perorangan pribadi perorangan maupun kolektif. Tinggal nanti bagaimana hasilnya ya kita lihat perjalanan ini ke depan,” tandasnya.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya