Berita

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto/Net

Politik

Direktur P3S: Airlangga Berpotensi Menang Asal Cermat Pilih Pendamping

KAMIS, 09 DESEMBER 2021 | 00:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tidak bisa dipungkiri bahwa Partai Golkar merupakan big party (partai besar), the old party (partai tua) and legend party (partai legenda) yang pernah merajai percaturan politik selama 32 tahun di era mendiang presiden Soeharto.

Demikian antara lain disampikan Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie ketika akan mengulas tuntas target, potensi partai Golkar serta peluang Airlangga Hartarto pada ajang Pilpres 2024.

Rencananya, hal ini akan diulas oleh sejumlah pakar di bidang komunikasi dan politik melalui webinar bertajuk Airlangga Hartarto Capres Potensial 2024" sesuai jadwal akan dihelat pada Kamis, 16 Desember 2021.
Sejumlah narasumber akan tampil diantaranya, peneliti senior politik LIPI Prof Siti Zuhro, Pakar Komunikasi Politik UPH Emrus Sihombing, Pakar Politik Hendri Satrio dan Direktur P3S Jerry Massie.

Sejumlah narasumber akan tampil diantaranya, peneliti senior politik LIPI Prof Siti Zuhro, Pakar Komunikasi Politik UPH Emrus Sihombing, Pakar Politik Hendri Satrio dan Direktur P3S Jerry Massie.
Jerry mengingatkan Partai Golkar sudah makan banyak asam garam dalam kontestasi politik nasional. Oleh karenanya partai berlambang pohon beringin itu bukan lagi partai yang berjuluk kuda hitam.

"Partai ini sudah melahirkan sejumlah partai di antaranya, Nasdem, Gerindra, Hanura dan PKPI. Jadi wajar jika Golkar punya target menang Pemilu," ujar peneliti politik dari Amerika ini, lewat keterangan tertulis, Rabu (8/12).

Golkar sudah melahirkan 2 presiden dan terakhir Jusuf Kalla (JK) menjabat sebagai wakil presiden sebanyak dua kali. Dan menariknya lagi Golkar one voice atau satu suara dalam pilpres yakni mencalonkan Airlangga Hartarto sebagai capres.

"Saya kira Airlangga punya berpotensi menang jika Golkar solid dan juga tepat memilih siapa yang akam mendampingi Airlangga," tegasnya.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya