Berita

Logo Partai PNA/Ist

Politik

Tolak Sahkan PNA Versi KLB, Ini Penjelasan Kemenkumham Aceh

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 14:49 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Aceh, menolak untuk mengesahkan permohonan pengurusan Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) serta Kepengurusan Partai Nanggroe Aceh (PNA) versi KLB Bireuen.

Kepala Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman mengatakan, permohonan pengurusan AD/ART kepengurusan PNA versi Kongres Luar Biasa (KLB) yang dipimpin Samsul Bahri alias Tiyong tidak memenuhi syarat AD/ART PNA.

"Berdasarkan hasil penelitian dan verifikasi dokumen yang diajukan PNA versi KLB tidak memenuhi syarat AD/ART PNA," jelas Meurah Budiman, di Banda Aceh, Rabu (8/12), dikutip Kantor Berita RMOLAceh.


Meurah menyebutkan, KLB PNA di Kabupaten Bireuen pada 14 September 2019 tidak memenuhi ketentuan Pasal 57 ayat (3) Anggaran Dasar Partai Nanggroe Aceh tentang Peserta Kongres Luar Biasa.

Di mana dari 23 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PNA yang hadir dalam KLB adalah 21 DPW. Namun dari 21 DPW hanya 5 DPW yang hadir lengkap. Hal ini tidak sesuai dengan ketentuan pasal 14 ART partai.

"Tanda tangan Dewan Pimpinan Wilayah pada daftar hadir Kongres Luar Biasa PNA tanggal 14 September 2019 tidak identik dengan tanda tangan asli Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah," paparnya.

Meurah menyampaikan, terdapat perbedaan nama Pengurus DPW pada Daftar Hadir dengan surat Keputusan DPP Partai Nanggroe Aceh tentang Pengesahan Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah PNA Kabupaten Periode 2017 2022.

Di mana, lanjut Meurah, dari lima orang anggota Majelis Tinggi Partai yang hadir pada KLB PNA hanya dua orang. Kemudian peserta KLB PNA yang hadir tidak memenuhi syarat sebagaimana diatur dalam pasal 14 (1) Anggaran Rumah Tangga Partai Nanggroe Aceh.

Meurah menambahkan, dalam KLB tersebut hanya dihadiri oleh Irwansyah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat, tanpa sekretaris dan anggota. Hanya dihadiri oleh Abrar Muda sebagai Sekretaris Komisi Pengawas tanpa dihadiri oleh Ketua dan Anggota Komisi. Pun tidak dihadiri oleh Ketua, Sekretaris, dan anggota Mahkamah Partai.

"Tidak dihadiri oleh Bendahara Umum PNA atas nama Lukman Age, akan tetapi dihadiri oleh Nurdin R sebagai Bendahara Umum Partai PNA yang tidak sesuai dengan surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Aceh Nomor: W1-675-AH.11.01 Tahun 2017," tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya