Berita

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi/Net

Politik

Survei FPI: Gubernur Edy Rahmayadi jadi Top Of Mind Capres 2024 Setelah Anies

RABU, 08 DESEMBER 2021 | 05:50 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Forum Politik Indonesia (FPI) menyampaikan hasil survei kepala daerah yang berpotensi menjadi calon presiden di 2024.

Survei yang digelar pada 29 November hingga 3 Desember 2021 tersebut melibatkan 1.537 responden berusia diatas 17 tahun. Metode survei menggunakan metode simple random samplimg dengan toleransi kesalahan sekitar 2,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Berbeda dengan hasil survei capres yang beredar selama ini, hasil survei ini justru menempatkan posisi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi diposisi kedua dengan perolehan 18,3 persen.


Diposisi pertama ada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan 22,9 persen dan disusul posisi ketiga oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 13,1 persen. Posisi Ganjar Pranowo justru berada di posisi ke empat dengan persentase 10,7 persen, dan ada Gubernur Papua Lukas Enembe dengan 7,4 persen diurutan kelima.

Ketua Forum Politik Indonesia Tamil Selvan menjelaskan bahwa hasil survei ini memperlihatkan bahwa tokoh kepala daerah diluar Jawa juga memiliki kompetensi menjadi calon presiden di 2024.

"Selama ini, politik kita itu terkoptasi dengan calon dari pulau Jawa, seolah Indonesia ini hanya Pulau Jawa. Survei ini secara jelas menunjukan bahwa 10 Top of Mind itu justru 7 diantaranya adalah kepala daerah dari luar Jawa, bahkan Edi Rahmayadi ada diposisi kedua dan Lukas Enembe ada di posisi kelima," kata Tamil dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12).

Hasil survei yang menempatkan 3 Gubernur yang bukan politisi ini menurutnya menunjukan potensi pribadi para tokoh tersebut yang akan lebih maksimal jika didukung partai politik dalam kontestasi pilpres 2024.

"Kalau kita lihat 3 peringkat teratas justru bukan kader partai. Bisa dibayangkan jika kemudian pengaruh mereka ditambah oleh potensi elektoral partai politik, tentu akan luar biasa," jelasnya.

Lebih lanjut menjawab pertanyaan terkait posisi Ganjar Pranowo yang dibawah Anies Baswedan, Edi Rahmayadi, dan Ridwan Kamil. Kang Tamil menjawab bahwa secara implementasi nama Ganjar terkatrol naik karena pengaruh framing media yang menjadikannya kompetitor Puan dalam internal PDIP.

"Ganjar ini menjadi media darling karena kompetisi di internal PDIP, kalau secara kinerja tidak ada yang menonjol. Jadi jika nanti keluar dari PDIP bisa dipastikan personal Ganjar tidak memiliki daya elektoral yang kuat," tandasnya.

Adapun hasil survei 'top of mind' yang dirilis Forum Politik Indonesia, dengan pertanyaan Jika 'Siapakah Yang Anda Pilih Sebagai Calon Presiden 2024, Diantara Seluruh Gubernur di Indonesia? Dan 10 jawaban teratas, antara lain :

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (22,9 persen), Gubernur Sumatera Utara, Edi Rahmayadi (18,3 persen), Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil (13,1 persen), Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (10,7 persen), Gubernur Papua, Lukas Enembe (7,4 persen).

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru (5,1 persen), Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman (3,2 persen), Gubernur NTT, Viktor Laiskodat (2,4 persen), Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor (1,8 persen) dan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey (1,3 persen).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya