Berita

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto saat pidato di acara Laknas IPNU secara virtual/Repro

Politik

Airlangga Hartarto: Generasi Muda Harus jadi Game Changer Bangun Ekonomi di Era Digital

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 21:00 WIB

Perubahan perilaku masyarakat ke arah Less Contact Economy diperkirakan akan berlanjut dan memiliki kontribusi yang besar pada pertumbuhan ekonomi di masa depan.

Data Google Temasek dan Bain and Company (2021) menunjukkan bahwa pada tahun 2020 yang lalu, sekitar 350 juta orang penduduk di ASEAN telah memanfaatkan layanan ekonomi digital.

Dari data itu, 60 juta diantaranya merupakan pelanggan baru sejak merebaknya pandemi virus corona baru (Covid-19).


Merespons hal itu, Menteri Koordinator Perekomomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) yang mengadakan kegiatan latihan kepemimpinan nasional (Laknas) yang bertema era digital dan Society 5.0.

Airlangga menjelaskan, NU telah mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.

"Semoga acara ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ujar Airlangga saat bicara di acara Laknas IPNU dengan tema Kepemimpinan dan Upaya Membangun Perekonomian Negara di Era Digital dan Society 5.0, Senin (6/12).

Airlangga menjelaskan bahwa potensi ekonomi digital Indonesia ada di 4 terbesar di dunia. Sebab, dari sisi digital user, jumlah mobile connection di Indonesia mencapai 345,3 juta. Artinya 125,6 dari total populasi Indonesia.

Diungkapkan Airlangga, rata-rata waktu yang dihabiskan orang berselancar di internet selama 8 Jam 52 Menit. Apalagi, sepanjang tahun 2020, trafik internet mengalami peningkatan 15-20 persen.

Ketua Umum Partai Golkar itu juga menyinggung adanya gelombang teknologi baru seperti artificial intelligence (AI), IoT, blockchain, cloud computing, dan jaringan 5G.

Terlebih, dijelaskan Airlangga, teknologi AI bahkan telah diberdayakan dan semakin banyak diadopsi di berbagai aplikasi.

Ia meyakini, pemanfaatan AI akan dapat meningkatkan efisiensi bisnis, produktivitas dan mendorong inovasi di berbagai sektor.

Airlangga juga menjelaskan bahwa bonus demografi yang diproyeksikan akan dimiliki di tahun 2030, akan membuat mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi Z dan Milenial yang berusia 8 sampai 39 tahun.

Atas dasar itu, Airlangga menyebut kader IPNU kelak akan terlibat di dalamnya. Kemampuan dan keunggulan digital-natives yang dimiliki generasi ini harus terus diasah.

Airlangga menjelaskan bahwa pemerintah telah inisiatif mendorong pemanfaatan ekonomi digital untuk kepentingan masyarakat.

Beberapa kebijakan yang telah dilakukan pemerintah diantaranya: pembentukan Roadmap E-Commerce Indonesia 2017-2019, White Paper on Digital for Future Economy, Indonesia Digital Roadmap 2021-2024, Making Indonesia 4.0, Cetak Biru Sistem Pembayaran Indonesia 2025/BSPI 2025 dan Action Plan Inovasi Keuangan Digital 2020-2024.

Airlangga berharap, dengan kegiatan Laknas, IPNU bisa melahirkan generasi muda yang berjiwa pemimpin yang memiliki karakter dan daya saing tinggi.

“Sehingga mampu menjadi game changer yang mampu merespons segala tantangan dan persoalan khususnya dalam upaya membangun perekonomian nasional di era digital saat ini,” pungkas Menko Airlangga.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya