Berita

Ilustrasi minyak goreng/Net

Politik

Harga Minyak Goreng Tinggi, Pimpinan Komisi VI Desak Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar

SELASA, 07 DESEMBER 2021 | 19:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang masih berlaku sebesar Rp 11.000 per liter/o,8 kg. Sedangkan di pasaran saat ini minyak goreng curah Rp 17.800/kg dan yang bermerk mencapai Rp 19.000 hingga Rp 19.450/kg.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Martin Manurung, geram dengan kenaikan harga minyak goreng di pasaran yang masih belum terkontrol. Padahal, kebutuhan komoditas ini terus meningkat terutama dalam menyambut natal dan tahun baru (Nataru).

Martin mengaku telah mengingatkan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, untuk segera melakukan intervensi pasar. Namun hingga sampai saat ini harga minyak goreng justru terus mengalami kenaikan.


"Ini sudah terlalu lama dibiarkan. Akhir tahun seperti saat ini kebutuhan minyak goreng sudah pasti meningkat. Sementara, kita belum melihat solusi apa yang diberikan Kementerian Perdagangan," ujar Martin kepada wartawan di Jakarta pada Selasa (7/12).

Ketua DPP Partai Nasdem ini menyatakan bahwa pihak-pihak yang tak mengikuti aturan HET tersebut, atau dalam konteks ini mengabaikan, maka seharusnya bisa terkena sangsi.

"Pemerintah telah menetapkan HET melalui peraturan menteri, tetapi pada prakteknya ketentuan itu diabaikan dan tidak ada sangsi bahkan bagi pelaku usaha," tegasnya.

Di sisi yang lain, Martin juga menyayangkan kebijakan Kemendag yang menyatakan secara lisan bahwa HET untuk sementara tidak diberlakukan, dan mengimbau agar industri minyak goreng membanjiri pasar dengan harga promosi sebesar Rp 14.000.

"Kalau benar hal ini terjadi maka wibawa pemerintah dirusak oleh pemerintah sendiri dan sebagai fraksi pendukung pemerintah tentu berkeberatan terjadinya hal seperti ini. Paling tidak ada peraturan yang harus ditegakkan dan kalau ada pelanggaran ya jangan dibiarkan," ujarnya.

Anggota DPR dari daerah pemilihan Sumatra Utara 2 ini menjelaskan, kondisi di lapangan yang dinilai sungguh memprihatinkan bukan saja bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), kenaikan harga minyak goreng ini juga dapat berdampak pada kesehatan rakyat.

Karena harga minyak goreng yang mahal membuat banyak masyarakat terpaksa menggunakan minyak goreng berulang yang kondisinya sudah hitam dan tidak layak.

"Bahkan minyak goreng oplosan yang dulu dengan susah payah berhasil diatasi, sekarang kembali marak lagi akibat kenaikan harga saat ini," tuturrnya.

Maka dari itu, Martin mendorong Pemerintah agar menjalankan kewajiban sebagai Domestic Market Obligation (DMO) untuk stabilisasi harga minyak goreng. Sehingga seharusnya, permasalahan harga minyak goreng saat ini tidak terus berlanjut.

Selain itu, ia juga meminta Pemerintah tidak hanya menyampaikan alasan penyebab kenaikan harga. Karena menurutnya, masyarakat hanya tahu harga di pasaran saat ini.

"Berikan dulu solusi untuk harga pasar. Lakukan intervensi pasar dalam bentuk program apapun itu. Karena itu yang ditunggu masyarakat saat ini. Jangan ditunggu-tunggu lagi," demikian Martin.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya