Berita

Sekretaris DPD GMNI DKI Jakarta, Andi Aditya bersama Dubes RI untuk Rpublik Turki, Lalu Iqbal, dan Vice President of ICYF, Tantan Taufiq Lubis/Ist

Politik

Ingatkan Kembali Pidato Soekarno soal Palestina, Sekretaris GMNI DKI: Indonesia Harus Konsisten Melawan Imperialisme

MINGGU, 05 DESEMBER 2021 | 05:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Konsistensi memerdekaan Palestina merupakan perjuangan bersama yang sesuai dengan semangat Bung Karno yang antikolonialisme.

Demikian disampaikan Sekretaris DPD Gerakan mahasiswa nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta, Andi Aditya bersama dengan OIC Youth Indonesia, National Youth Council dan  Asia African Youth Goverment yang menjadi delegasi acara The Global Coalition for Al Quds and Palestine “Baitul Maqdis Pioneers 12th Conference”, Istanbul, Turki, 1-5 Desember 2021.

Konferensi ini membahas lebih dalam mengenai mekanisme dan kerja-kerja prioritas untuk persoalan Palestina, serta melakukan koordinasi antar sesama aktivis kemanusiaan dalam menguatkan dan mendukung penduduk di Al-Quds dan Palestina.


Melalui keterangannya, Sabtu (4/12), Andi mengingatkan pidato Soekarno yang mengatakan, "Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel.”

"Selanjutnya, masalah kemanusiaan ini menjadi momentum untuk merajut harmonisasi bernegara yang selaras dengan konteks Pancasila sila ke-2, yaitu Kemanusiaan yang adil dan beradab, serta preambule UUD 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus segera dihapuskan,” ujar Andi.

Dituturkan Andi, hubungan Paletina dan Indonesia dimulai sejak Syekh Muhammad Amin Al-Husaini, mufti besar Palestina mendukung secara terbuka untuk perjuangan kemerdekaan Indonesia melalui siaran radio, pada 6 September 1944.

Dukungan kemerdekaan Indonesia yang disiarkan melalui radio mengundang gelombang aksi dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Bahkan saudagar kaya dari Palestina, Muhammad Ali Taher merelakan sebagian hartanya untuk kemerdekaan Indonesia.

"Sampai akhir kekuasaannya tahun 1966, Soekarno tetap konsisten dalam membela kemerdekaan Palestina. Melalui pidatonya pada saat Hari Ulang Tahun Republik Indonesia Ke-21, Sukarno mengatakan, 'Kita harus bangga bahwa kita adalah satu bangsa yang konsekuen terus, bukan saja berjiwa kemerdekaan, bukan saja berjiwa anti imperialisme, tetapi juga konsisten terus berjuang menentang imperialisme. Itulah pula sebabnya kita tidak mau mengakui Israel',” terangnya.

Sebagai kader GMNI, Andi berharap kepada seluruh “pejuang pemikir dan pemikir pejuang”, tagline GMNI untuk terus konsisten menjaga Working Ideology sebagai tradisi intelektual dalam mencari kebenaran yang berlandaskan Sosio-Nasionalisme, Sosio-Demokrasi, dan Ketuhanan Yang Maha Esa.  

Sementara itu, Vice President of ICYF, Tantan Taufiq Lubis mengatakan, ada beberapa poin tambahan untuk pembahasan Global Coalition on al Quds 2021 di Istanbul.

Di antaranya menghargai usaha dari negara-negara yang tergabung di dalam anggota OIC/ OKI, khususnya Pemerintah Indonesia yang berperan aktif upayakan kemerdekaan Palestina dan pembebasan Al-Aqsa dalam rangka menghapuskan penjajahan di seluruh dunia.

"Melanjutkan forum seperti ini oleh pemuda pemudi di seluruh Indonesia bahkan di seluruh dunia, Masjid Al-Aqsa dan Palestina adalah masalah kemanusiaan bukan hanya keagamaan, memperhatikan pihak yang sangat rentan dan sangat membutuhkan, seperti anak-anak, perempuan, orang tua, tahanan, dan lain-lain,” ucapnya.

Masalah global ini adalah masalah kemanusiaan yang harus didukung semua pihak dan kita punya komitmen bersama bahwa Palestina harus memiliki kemerdekaan dan negeri.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya