Berita

Dzurriyah Muassis Nahdlatul Ulama/Ist

Politik

Dzurriyah Muassis NU Keluarkan 3 Imbauan Jelang Muktamar

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 20:46 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Dzurriyah Muassis atau keluarga keturunan pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menggelar pertemuan khusus di rumah pengasuh Ponpes Tebuireng Jombang, KH Fahmi Amrullah Hadziq, Kamis malam (1/12).

Pertemuan tersebut dihadiri oleh masing-masing wakil keluarga pendiri NU untuk meredakan ketegangan di internal NU, utamanya di kalangan PBNU jelang Muktamar ke-34.

"Masing-masing datang atas inisiatif sendiri-sendiri. Tidak ada yang mengatur, tidak ada yang membiayai karena didasari oleh keprihatinan atas kondisi PBNU akhir-akhir ini," kata KH Fahmi Amrullah Hadziq.


Dalam pertemuan tersebut, ada tiga hal yang dibahas dan menjadi imbauan kepada seluruh jam'iyyah NU. Pertama, mengingatkan bahwa niat para muassis mendirikan jam'iyyah NU adalah untuk membangun ukhuwwah (persaudaraan).

“Kami berharap kepada para pengurus, hendaknya menjaga ukhuwwah ini. Janganlah perbedaan menyebabkan perpecahan. Maka ini harus kita pegang, para pengurus terutama hendaknya memegang dawuh (amanat) ini,” jelas Gus Fahmi.

Poin kedua, hendaknya semua pihak mengedepankan akhlaqul karimah dengan menjaga tradisi tabayyun dan tidak mengeluarkan keputusan sendiri-sendiri.

"Karena bagaimanapun juga pengurus itu bukan personal, tetapi kolektif kolegial. Jadi hendaknya keputusan itu diambil secara bersama-sama musyawarah untuk mufakat," tegas Gus Fahmi.

Kemudian, Dzurriyah Muassis NU juga berharap semua pihak, terutama kiai-kiai sepuh menahan diri dan tidak melakukan aksi dukung-mendukung terhadap salah satu pihak.

“Apa yang dilakukan oleh kiai-kiai ini memberikan dukungan kepada salah satu pihak akan berpotensi menyebabkan perpecahan. Jadi sebaiknya masing-masing bisa menahan diri," tandasnya.

Selain KH Fahmi Amrullah Hadziq, para dzurriyah yang turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain, KH Sholahudin atau Gus Udin (Dzurriyah KH. Ridwan Abdullah), KH Wahab Yahya atau Gus Wahab (Dzurriyah KH. Wahab Chasbullah).

KH. Hasyim Nasir atau Lora Hasyim (Dzurriyah Syaikhona Kholil), KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (Pengasuh Ponpes Tebu Ireng) dan Gus Mahasin (Kakak Kandung Gus Baha).

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya