Berita

Vaksinasi door to door dilakukan Binda Jabar di Ponpes dan pelosok desa/RMOL

Politik

Bawa 2 Ribu Dosis, Binda Jabar Gencarkan Vaksinasi Ponpes dan Masyarakat Pelosok Desa

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 16:56 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Barat menggencarkan vaksinasi Covid-19 secara door to door bagi pelajar sekolah maupun santri pondok pesantren.

Kepala BIN Daerah Jawa Barat, Brigjen TNI Deddy Agus Purwanto, mengatakan, vaksinasi ini dilaksanakan langsung di tiga titik di Kabupaten Subang, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Sukabumi dengan menyiapkan 2 ribu dosis vaksin Pfizer dan Sinovac.

Dikatakan Agus, kegiatan ini terus dilakukan sebagai komitmen BIN untuk mendukung pemerintah dalam mempercepat persentase vaksinasi sebesar 70 persen agar tercapai herd immunity atau kekebalan komunal untuk memutuskan rantai penyebaran Covid-19.


Menurutnya, vaksinasi masih tercatat cukup rendah untuk masyarakat yang tinggal wilayah pelosok desa.

“Spot-spot ini kita pilih karena persentasi vaksinnya belum mencapai 70 persen, hal ini guna memercepat herd immunity atau kekebalan komunal di wilayah tersebut, langkah ini dilakukan untuk mencegah laju kematian akibat Covid-19," kata Agus dalam keterangannya, Kamis (2/12).

"Terlebih wilayahnya pelosok dan jauh dari pusat pemerintahan guna membantu warga yang belum tervaksinasi corona. Sehingga kami masuk di tiga titik tersebut,” sambungnya.

Agus yang meninjau langsung vaksinasi di Desa Cikembar, Sukabumi, berharap agar masyarakat mau melakukan vaksinasi untuk memaksimalkan upaya pemerintah dalam memutus rantai virus Covid-19.

“Saya berharap kepada saudara-saudara saya warga Cikembar lainnya untuk mau divaksin Covid-19. Karena cara ini merupakan ikhtiar kita dalam mencegah penyebaran Covid-19 dan mengakhiri pandemi,” pungkasnya.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya