Berita

Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik/Net

Politik

KPU Simulasikan Pencoblosan Satu Kertas Suara untuk Lima Jenis Pemilihan

KAMIS, 02 DESEMBER 2021 | 16:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Uji coba pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) pada tahap pencoblosan dan pemungutan suara digelar untuk kedua kalinya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Simulasi pertama dilakukan KPU pada 20 November di Kota Manado, Sulawesi Utara. Sedangkan yang kedua digelar pada hari ini di Provinsi Bali.

Komisioner KPU, Evi Novida Ginting Manik menerangkan, simulasi tahap kedua kali ini masih fokus mencoba pelaksanaan pemilihan dengan desain surat suara yang disederhanakan untuk Pemilu 2024.


Pada tahap pertama, KPU sudah mengujicobakan tiga desain kertas suara untuk lima jenis pemilihan. Di mana, pemilih nantinya akan mendapatkan surat suara Pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan DPR  RI, surat suara Pemilihan DPD RI dan surat suara pemilihan DPRD provinsi dan DPRD kab/kota.

"Itu dengan metode pemberian suara melalui mencoblos," ujar Evi kepada wartawan pada Kamis (2/12).

Sementara untuk di Bali kali ini, selain mensimulasikan desain 3 surat suara, KPU juga mengujicobakan desain 1 surat suara. Dimana satu surat suara yang diterima pemilih akan memuat keseluruhan jenis pemilihan yaitu Presiden-Wakil Presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi serta DPRD kab/kota.

"Pemilih nantinya diminta untuk memastikan terlebih dahulu pilihannya dengan mencari informasi peserta pemilu pada lembar peserta pemilu yang berada di dalam bilik suara," tuturnya.

Keseluruhan metode pemberian suara dalam simulasi ini,disebutkan Evi, juga melalui mencoblos. Namun, pemilih yang dilibatkan pada simulasi tahap kedua berjumlah 100 orang.

"Mereka terdiri dari unsur Bawaslu Provinsi  Bali, KPU kab/kota di Provinsi Bali, partai politik, dosen/mahasiswa, media dan LSM di Provinsi Bali," katanya.

Evi menambahkan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara dengan desain surat suara dan formulir yang disederhanakan untuk  Pemilu 2024 tidak menyimulasikan prosedur pemungutan suara sepenuhnya di TPS.

"Tetapi, lebih mendekatkan pada pemberian dan penghitungan suara dengan menggunakan desain surat suara dan formulir yang telah disederhanakan," tandas Evi.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya