Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) akan menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-1 Hotel Bintang Wisata Mandiri, Jalan Raden Shaleh Raya No. 16, Jakarta Pusat pada Jumat (3/12) hingga Minggu (5/12).
Dalam pesan jelang Rapimnas, Ketua Umum (Ketum) Prima, Agus Jabo Priyono mengingatkan bahwa Prima merupakan partai baru yang menyatakan diri sebagai partainya rakyat biasa. Partai ini menolak kekuasaan oligarki dan berasaskan Pancasila.
“Partai kita harus memahami perubahan zaman ini, dan harus berjuang untuk merebut perubahan peradaban ini, demi kepentingan hidup umat manusia dalam mewujudkan keadilan, kemakmuran dan kedamaian," ujar Agus Jabo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis pagi (2/12).
Agus Jabo menjelaskan, kader dan anggota Prima harus mampu memanfaatkan arus perubahan tersebut untuk kepentingan politik partai dan kepentingan politik bangsa Indonesia dalam melawan oligarki.
Sebab, lanjut dia, jika kader partai tidak mampu memanfaatkan, maka akan ditinggal oleh sejarah dan menjadi orang pander yang kebingungan di tengah kerasnya arus perubahan.
"Penyebabnya, meski terjadi perubahan kehidupan ke digitalisasi, penguasaan terhadap alat produksi digital masih terkonsentrasi ke segelintir orang super kaya atau para oligarki,†kata Agus.
Oligarki saat ini kata Agus Jabo, telah terang-terangan mengkhianati cita-cita Proklamasi, mengkhianati Preambule UUD 1945 yang di dalamnya termaktub Pancasila sebagai dasar negara dan kesejahteraan umum sebagai tujuan negara.
Pancasila tegas menolak penindasan bangsa atas bangsa dan penindasan manusia atas manusia.
Sementara itu, oligarki yang berdiri di atas sistem liberal kapitalistik telah dengan sengaja menginjak-injak dasar negara Pancasila ini, dan tidak mengenal keadilan dan kerakyatan.
"Maka tugas Prima adalah mengembalikan sistem yang menjadi cita-cita Proklamasi, cita-cita para pendiri bangsa, yaitu masyarakat Indonesia yang berdikari, demokratis, tidak hanya politik, tetapi juga demokrasi ekonomi, maju untuk mewujudkan Indonesia yang adil Makmur," jelas Agus.
Agus kembali menekankan, sebagai partai milik rakyat biasa, Prima harus hidup dari kekuatannya sendiri dan tidak boleh bersandar pada oligarki.
"Karena kita anak kandung rakyat, maka kekuatan kita itu ada pada rakyat, dengan menghimpun segala potensi yang dimiliki rakyat, baik ekonomi maupun politik," pungkas Agus Jabo.