Berita

Pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat/Ist

Politik

Pakar: Indonesia Harus Tutup Semua Bandara dan Pelabuhan Hindari Jebakan Omicron

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 17:08 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Larangan masuk bagi Warga Negara Asing (WNA) asal 11 negara terjangkit Covid-19 varian Omicron dinilai bukan keputusan tepat.

Menurut pakar kebijakan publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, Indonesia harusnya menutup seluruh bandara dan pelabuhan tanpa terkecuali.

"Indonesia harus membatasi seluruh warga asing tidak hanya dari Afrika Selatan dan Hongkong untuk mencegah penyebaran varian baru omicron," kata Achmad Nur Hidayat, Rabu (1/12).


Co-Founder Narasi Institute ini menambahkan, Indonesia harusnya belajar dari varian delta. Saat varian delta muncul, Indonesia terlambat menutup pintu masuk internasional sehingga angka kematian mencapai 140 ribu orang.

Bahkan, akibat varian delta, ekonomi Indonesia mengalami defisit Rp 550 triliun sampai Oktober 2021.

"Kematian 140 ribu orang dan defisit Rp 550 triliun itu adalah keterlambatan tutup pintu pelabuhan dan bandara. Apakah sekarang kita akan ulang lagi, terlambat saat omicron tiba?" tekannya.

Ia mengingatkan, windows of oppotunity Indonesia dalam menutup bandara tersebut sangat sempit, sehingga penutupan bandara dan pelabuhan harus dilakukan segera.

"Bila kasusnya sudah masuk di Indonesia, maka penutupan tersebut menjadi tidak berguna lagi," tandasnya.

Adapun 11 negara yang masuk daftar merah pemerintah Indonesia akibat varian omicron adalah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya