Berita

Jaya Suprana/Ist

Jaya Suprana

Kerukunan Agama dan Sains

RABU, 01 DESEMBER 2021 | 11:43 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

KERAP kali kaum saintis dan para simpatisan sains melecehkan kaum agamis dan para penganutnya sebagai pemercaya takhayul, dogmatis, fundamentalis, ketinggalan jaman, penghambat perkembangan peradaban bahkan menyengsarakan manusia akibat memang agama kerap dijadikan alasan perang.

Pelecehan yang dapat dipahami baik sebagai sekadar gejala psikokultural maupun bagian proses jejak sejarah peradaban.

Galileo Galilei


Fakta sejarah membuktikan bahwa pada abad yang disebut sebagai masa gelap oleh para sejarawan barat memang penguasa gereja membenci sains dan saintis. Korban kebencian gereja yang paling tersohor adalah Galileo Galilei yang berani-berani membenarkan teori Kepler dan Kopernikus bahwa dunia memutari matahari, sementara gereja berpegang teguh pada keyakinan bahwa dunia di mana manusia berada adalah pusat semesta maka matahari memutari dunia bukan sebaliknya.

Akibat memang kalah kekuasaan, maka Galileo terpaksa mengkhianati keyakinan dirinya sendiri agar dirinya tidak dihukum oleh gereja yang pada masa itu tidak mustahil bisa sampai dalam bentuk hukuman mati. Meski diam-diam di dalam hati, Galileo Galilei tetap percaya planet bumi mengitari matahari, bukan sebaliknya.

Charles Darwin

Korban penindasan gereja terhadap sains paling tersohor lainnya adalah Charles Darwin yang gegabah bikin gagasan evolusi yang sangat berbahaya merusak teori kreasionis versi gereja.

Di Amerika Serikat, penguasa gereja sempat resmi melarang teori evolusi Darwin diajarkan di sekolah-sekolah yang kemudian digugat oleh para pendukung teori Darwin di bawah komando Thomas Huxley sebagai bulldog-nya Darwin.

Akhirnya teori Darwin secara konstitusional boleh diajarkan di sekolah meski di sana sini masih dihujat oleh gereja dan para penganut setia gereja sampai masa kini.

Balas Dendam

Sampai masa kini di Amerika Serikat masih ada yang tidak percaya teori Darwin atau dunia mengitari matahari bahkan tidak percaya bahwa dunia bulat. Maka pada hakikatnya dapat dimengerti bahwa kemudian masyarakat sains melecehkan agama sebagai balas dendam atas perlakuan tidak adil terhadap sains.

Namun selama tidak melanggar hak asasi manusia sebenarnya tidak masalah apabila ada yang percaya bahwa dunia adalah pusat semesta dan Tuhan menciptakan Adam dari tanah serta Hawa dari tulang rusuk Adam.

Tidak masalah jika ada yang percaya matahari diputari planet bumi dan kebenaran teori evolusi berdasar seleksi alam versi Darwin.

Sinergi

Sama halnya mashab kerukunan umat beragama berdasar agamamu agamamu, agamaku agamaku maka juga absahlah mashab kerukunan antara umat agama dengan umat sains berdasar keyakinmu keyakinanmu, keyakinanku keyakinanku tanpa saling melecehkan.

Meski beda keyakinan namun umat agama dan masyarakat iptek pada hakikatnya mampu kalau mau saling menghargai dan saling melengkapi.

Agama dan iptek sama-sama potensial menjadi sinergi batin luar biasa dahsyat sakti mandraguna untuk mendukung perkembangan peradaban umat manusia menuju masa depan yang lebih baik ketimbang masa kini, apalagi masa lalu.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Wall Street Hijau di Tengah Harapan Meredanya Konflik AS-Iran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:23

Di Balik Sensor Istana: Diksi Nuklir Prabowo dan Bantahan Kilat Teheran

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:10

Pelatih Vietnam Bongkar Rahasia Usai Permalukan Indonesia 3-0

Selasa, 04 Agustus 2026 | 08:04

Tanggapi MK, Menkeu Pastikan Anggaran MBG Tidak Mengganggu APBN

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:47

Menhaj Lantik 6 Pejabat Kemenhaj untuk Perkuat Pelayanan Haji dan Umrah

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:46

Bunga Pinjaman Turun, Bulog Hemat hingga Rp1,07 Triliun per Tahun

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:35

Pasar Logam Mulia Tertekan, Emas Masih Berkutat di 4.000 Dolar AS

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:18

Bursa Eropa Cetak Rekor, DAX 40 Tembus 26.000 Poin

Selasa, 04 Agustus 2026 | 07:07

Sekolah Nasional Terintegrasi: Tantangan Pendidikan dan Implementasi Rekonstruksi

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:46

BGN Anggap Putusan MK Justru Perkuat Program MBG

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:27

Selengkapnya