Berita

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat menjawab pertanyaan wartawan di Komplek Parlemen, Selasa (30/11)/RMOL

Politik

Menag Yaqut Ketus Ditanya soal Dugaan Sabotase Muktamar NU

SELASA, 30 NOVEMBER 2021 | 14:05 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas enggan mengomentari terkait dugaan sabotase gelaran Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama di Lampung. Indikasi sabotase itu diduga dilakukan oleh oknum anak buahnya.

Bukan memberikan komentar, Menag Yaqut justru ketus kepada wartawan yang bertanya soal sikapnya pada Muktamar NU.

"Kamu ini," ketus Menag Yaqut yang baru saja menghadiri rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11).


Saat ditanya soal dugaan sabotase Muktamar NU, Yaqut enggan berkomentar. Tetapi, nada bicara dia berbeda dan lebih tinggi daripada ketika disapa wartawan saat keluar dari ruang rapat Komisi VIII.

"Nggak, saya nggak bicara soal itu," tegasnya sambil berlalu.

Dugaan sabotase Muktamar NU pertama kali disampaikan Wakil Ketua PWNU Lampung Muhammad Irfandi.

Kata dia, ada langkah tidak masuk akal yang dia duga dilakukan oknum Kementerian Agama yang melakukan pemesanan besar-besaran kamar hotel di Lampung.

Irfandi mengatakan, hampir seluruh hotel di Bandar Lampung penuh dipesan oleh oknum Kemenag tepat pada hari kegiatan Muktamar ke 34 NU, yang dijadwalkan tanggal 23-25 Desember.

Berdasarkan laporan yang diterima Irfandi, ada sejumlah hotel yang terkonfirmasi dipesan oleh Kemenag. Diantaranya, Novotel 80 kamar, Emersia 80 kamar, Springhil  80 kamar, Yuna 120 kamar, Amalia  70  kamar, Swissbell 50 kamar, Sheraton 80 kamar.

"Dan juga berikut hotel kecil seperti Tanggo Nusantara Syariah, dan Hotel BBC di Lampung Tengah," kata Irfandi, Senin (8/11).

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya