Berita

Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman/Net

Politik

Ini Alasan PSI Kota Bandung Lakukan Walk Out saat Paripurna DPRD

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 16:24 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD Kota Bandung mengklaim punya alasan kuat untuk melakukan walk out (WO) di Rapat Paripurna DPRD pada Jumat lalu (26/11).

Fraksi PSI mengaku telah mengajukan keberatan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Bahkan, argumen-argumen keberatan telah dilontarkan baik secara lisan saat pembahasan maupun secara tertulis.

Begitu disampaikan Ketua Fraksi PSI DPRD Kota Bandung, Christian Julianto Budiman, saat dihubungi Kantor Berita RMOLJabar, Senin (29/11).


"Kita sudah sering memberikan masukan baik secara lisan maupun tertulis, tapi sampai akhir yang disepakati oleh forum belum memenuhi ekspektasi kita secara proporsi belanja," jelas Chris.

"Sebenarnya walk out ini proses akhir, sebelumnya pembahasan APBD sudah dibahas dalam Banggar cukup lama, hampir dua bulan," imbuhnya.

Chris menilai, komposisi dan prioritas RAPBD 2022 tidak proporsional. Tidak ada transformasi anggaran maupun solusi terhadap permasalahan yang ada di Kota Bandung.

"Permasalahan besar Bandung seperti banjir, transportasi umum, dan penanganan sampah tidak tersentuh dalam kebijakan-kebijakan walikota selama ini,” ujarnya.

Chris menambahkan, anggaran belanja modal sebesar Rp626 miliar atau hanya sebesar 9,41% di APBD 2022 itu masih jauh dari angka idealnya yaitu 30-40% APBD. Khususnya belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi bahkan hanya sebesar Rp112,9 miliar atau 1,69% dari total APBD.

"Tanya saja ke warga Kota Bandung, apakah terasa ada pembangunan signifikan beberapa tahun terakhir ini? Yang ada kota kita semakin semrawut dan tidak terurus. Taman-taman dan infrastruktur fisik kita kondisinya menurun dan tidak sebaik dulu lagi, jauh dibanding zaman walikota sebelumnya,” kata Christian.

"Kita berharap porsi belanja modal bebih besar karena angka belanjanya 9,4 persen tidak akan bisa menjawab persoalan Kota Bandung," tambah Chris.

Aksi walk out dilakukan anggota DPRD Kota Bandung dari fraksi PSI saat Rapat Paripurna DPRD pada Jumat siang (26/11). Mereka kecewaa terhadap postur RAPBD 2022 yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.

“PSI sudah mengikuti pembahasan dan penyusunan APBD dari tahun ke tahun, dan kami tidak menemukan ada visi kota yang jelas. Arah pembangunan Kota Bandung tidak jelas dan Bandung seperti kota auto-pilot,” kata Chris.

PSI menilai tidak ada inovasi dan gebrakan untuk mengatasi kesenjangan sosial dan pemulihan ekonomi. Berdasarkan data BPS 2020, jumlah penduduk miskin bertambah 15.000 orang dan tingkat kedalaman kemiskinan juga naik dari 0,53 menjadi 0,61 di tahun 2020.

Christian juga mengkritisi anggaran untuk belanja pegawai dan juga kenaikan tunjangan perumahan pejabat DPRD sebesar Rp20 juta di tahun 2022 ini.

“Bandingkan dengan belanja pegawai yang sangat besar dan semakin naik dari tahun ke tahun. Uang APBD habis untuk belanja pegawai saja, tidak terasa untuk masyarakat,” beber Christian.

PSI tidak dapat menyetujui RAPBD 2022 yang sudah disusun selama postur dan komposisi anggaran tidak menunjukan transformasi dan transparansi anggaran.

“Kami ingat dulu warga Bandung sangat bangga dengan kotanya. Banyak gebrakan, pembangunan, taman-taman indah dan tertata di pemerintahan sebelumnya. Sekarang banyak sekali kemunduruan. Kami berharap penyusunan APBD seharusnya menjadi kesempatan membangun kembali Bandung. Tapi itu tidak terefleksikan di RAPBD 2022 ini. Kami tegas menolak,” tutup Christian.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya