Berita

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule/RMOL

Politik

Iwan Sumule: Menteri Berbisnis PCR Bisa Dipenjara 12 Tahun

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 12:14 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Laporan Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) terhadap Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir ke Polda Metro Jaya terkait dugaan Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) masuk babak baru.   

ProDEM kembali memberikan bukti-bukti baru atas laporannya tersebut ke Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Antara lain pengakuan Jurubicara Luhut yang menyebut PT GSI turut serta dalam bisnis polymerase chain reaction (PCR).

Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule mengatakan, jika mengacu sangkaan UU 28/1999 tentang KKN, terdapat ancaman pidana maksimal 12 tahun. Dalam pelanggaran pidana KKN tegas dijelaskan, bukan hanya soal kerugian negara, tapi juga kerugian yang dialami orang lain, yakni masyarakat dan bangsa.

"Kalau di UU 28/1999 ancaman pidana minimal 2 tahun maksimal 12 tahun, denda minimal Rp 200 juta maksimal Rp 1 miliar," kata Iwan Sumule kepada wartawan di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin siang (29/11).

Terlebih, Pasal 2 UU 28/1999 tentang KKN itu disebutkan bahwa penyelenggara negara bisa dijerat, dalam hal ini Luhut dan Erick adalah penyelenggara negara.

"Itu poinnya. Makanya warga negara yang merasa dirugikan atau sekelompok masyarakat bisa melaporkan apabila punya bukti yang cukup dugaan pelanggaran pidana yang dilakukan oleh para pejabat negara," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Iwan Sumule bersama rombongan yang mendampinginya masih berada di ruangan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya.

Laporan ProDEM kepada Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya dengan nomor B/5734/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 16 November 2021.

Populer

Said Merokok di Pesawat Pribadi, Arief Poyuono: Inikah Anggota Dewan Pengusul Hapus Listrik 450 VA?

Sabtu, 17 September 2022 | 11:18

Gatot Nurmantyo: Omongan Effendi Simbolon Upaya Pembusukan TNI

Rabu, 14 September 2022 | 23:40

AHY Bandingkan Pembangunan SBY dan Jokowi, Ridwan Bae: Jokowi Lebih Baik, Saya Punya Data

Sabtu, 17 September 2022 | 19:22

Kapal Kargo Minyak Rusia Berisi 700 Ribu Barel Minyak Mentah Menuju Kuba

Sabtu, 17 September 2022 | 16:40

Terima Maaf Effendi Simbolon, Jenderal Dudung Minta Prajurit TNI AD Lebih Legowo

Kamis, 15 September 2022 | 22:10

Kamarudin Simanjuntak: Penyidik Seperti Tidak Ikhlas Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Sabtu, 17 September 2022 | 05:52

Saat Diam Saja Elektabilitas SBY 10 Persen, Kalau Turun Gunung Pasti Demokrat Meroket

Minggu, 18 September 2022 | 09:28

UPDATE

Tingkatkan Ketersediaan Minyak Goreng, Mendag Kembali Lepas “Minyakita” untuk Wilayah Timur Indonesia

Minggu, 25 September 2022 | 00:33

Tunainya Misi Maju Kotanya Bahagia Warganya

Sabtu, 24 September 2022 | 23:59

Jadi Penjaga Kedaulatan Pangan, Petani Bukan Pekerjaan Kotor

Sabtu, 24 September 2022 | 23:38

Ada Sambo dan Sudrajad Dimyati, Pakar: Moralitas Penegak Hukum Kita Berada di Titik Nadir

Sabtu, 24 September 2022 | 22:42

Emrus Sihombing: Pola Komunikasi AHY Tidak Dewasa

Sabtu, 24 September 2022 | 22:19

Dihadiri Kapolri, Ketum Persis: Saya Bangga, Berkat Dukungannya Muktamar Aman dan Lancar

Sabtu, 24 September 2022 | 21:52

Komisi IX DPR Dukung Gugatan Perdata Kasus Pembunuhan Adelina Lisao di Malaysia

Sabtu, 24 September 2022 | 21:44

Muspimnas, BMK 57 Bertekad Menangkan Airlangga di Pilpres 2024

Sabtu, 24 September 2022 | 21:26

Prof Muradi: Ferdy Sambo Mustahil Bebas dari Jerat Hukuman

Sabtu, 24 September 2022 | 21:03

Kemendag Musnahkan Produk Impor Ilegal Senilai Rp 11 Miliar

Sabtu, 24 September 2022 | 20:38

Selengkapnya