Berita

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare/Net

Dunia

Cari Dalang Kerusuhan, PM Kepulauan Solomon Tak Akan Mundur

SENIN, 29 NOVEMBER 2021 | 09:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Perdana Menteri Kepulauan Solomon Manasseh Sogavare menegaskan tidak akan menyerah atas aksi protes yang diwarnai kekerasan yang terjadi selama beberapa hari terakhir.

Pada Minggu (28/11), Sogavare mengutuk tindakan beberapa "penghasut" tidak dikenal atas kerusuhan yang melanda ibukota. Ia menuding kerusuhan didalangi oleh sekelompok kecil dengan tujuan memaksanya mengundurkan diri.

"Sangat jelas bahwa peristiwa baru-baru ini direncanakan dengan baik dan diatur untuk mencopot saya sebagai perdana menteri karena alasan yang tidak berdasar," ujarnya, seperti dikutip Sputnik.


Sovagare meyakinkan, pihaknya akan menangkap mereka yang bertanggung jawab menyebarkan informasi palsa dengan tujuan memicu kekerasan. Ia juga berjanji akan melakukan penyelidikan tentang asal-usul kerusuhan.

"Kita harus dan tidak akan pernah tunduk pada niat jahat segelintir orang. Kita harus melawan intimidasi, dan kekerasan. Kita berutang kepada anak-anak kita dan mayoritas rakyat kita yang tidak dapat membela diri," tambahnya.

Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah Kepulauan Solomon melakukan korupsi dan secara efektif dikendalikan oleh kepentingan asing, khususnya oleh China.

Pada tahun 2019, pemerintah memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan untuk membangun hubungan dengan Beijing. Kerusuhan sebagian besar menargetkan bagian Chinatown, dengan pengunjuk rasa menjarah, menggeledah, dan membakar banyak bisnis lokal yang dioperasikan oleh orang-orang China.

Sogavare mengatakan kerusuhan itu telah mengakibatkan kerugian sebesar 25 juta dolar AS pada bisnis lokal, menjanjikan untuk memberikan paket bantuan untuk pemulihan.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya