Berita

anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bobby Ardhito Rizaldi/Net

Politik

Pernyataan Jenderal Dudung Sudah Tepat, Tanggulangi KKB Lewat Civil Justice

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 12:15 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Dudung Abdurachman yang meminta agar Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua dirangkul dan prajurit tidak boleh berpikir membunuh KKB dinilai sudah bagus,

Pernyataan Dudung justru bisa menguatkan sistem koordinasi satu atap dalam penanggulangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Begitu kata anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai Golkar, Bobby Ardhito Rizaldi di acara CrossCheck bertajuk "KKB Saudara Kita?" pada Minggu siang (28/11).


"Revisi UU TPT (Tindak Pidana Terorisme) jelas menekankan pemerintah itu mengambil jalan untuk mengatasi konflik di Papua. Seperti contohnya di Thailand Tengah, sehingga tidak ada bukan pemberantasan separatis, tapi adalah menyebut kelompok kriminal bersenjata," ujarnya.

Selain itu, kata Bobby pernyataan Jenderal Dudung juga menutup peraturan pelaksana di bawah UU 34/2004. Di mana, salah satu dari 14 operasi militer selain perang (OMSP) belum ada.

"Jadi kadang-kadang disinilah ambigunya, apakah TNI itu yang masuk dalam tim penanggulangan teroris itu akan sering dipolemikkan apakah akan melakukan act of war, bukannya melakukan civil justice," kata Bobby.

Pernyataan Dudung menjelaskan bahwa TNI yang masuk dalam penanggulangan teroris yaitu mengedepankan civil justice, bukan act of war.

Sementara penyelesaian konflik Papua, sambung Bobby, sangat kompleks. Bukan hanya untuk menghabisi mereka yang mencoba untuk memisahkan diri atau upaya separatis. Tetapi kalau dilihat dari sejarahnya, anggota kelompok bersenjata ini adalah turun temurun.

Artinya, ketika ada yang ditembak, maka penerusnya akan melakukan hal yang sama dan terus turun menurun.

"Jadi ini, ini lah yang saya rasa secara teknis ini sebenarnya bukan ranahnya di DPR, karena DPR itu kan memastikan adanya legislasi," jelasnya.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Saham BMW Menguat di Tengah Kerja Sama Qualcomm

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 12:21

1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol Ditangguhkan, Begini Cara Cek Penerima Agustus 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:24

Karhutla Kerap Terjadi di Lokasi Sama, Kemenhut Diminta Perkuat Mitigasi

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:17

Emas Antam Terbang Rp40.000, Dekati Harga Rp2,7 Juta per Gram

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 11:08

Tailan Perketat Aturan Senjata Usai Penembakan Sekolah Tewaskan 8 Orang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:53

Lewat AI Innovator University, UNSIA Janji Hadirkan Pendidikan Merata di Indonesia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:43

Laporan FAO: Konflik Teluk hingga El Nino Pemicu Lonjakan Harga Pangan Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:26

DPR Dukung Kepala BGN Tindak Lanjuti Temuan 6 Juta Data Ganda Penerima MBG

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:17

Sinopsis Film Thriller Terbaru The Last House di Netflix

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:09

Komisi III DPR Minta Polisi Transparan Usut Temuan 995 Senpi di Sekolah Pondok Pinang

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 10:01

Selengkapnya