Berita

Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing/Net

Dunia

Peringatan Junta: Mereka yang Berinvestasi untuk Menggulingkan Pemerintahan Militer akan Dihukum Berat

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 11:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Junta Myanmar bereaksi atas gerakan pemerintahan bayangan, Pemerintahan Persatuan Nasional (NUG), yang tengah mengumpulkan dana untuk menggulingkan pemerintahan militer.

Pada Jumat (26/11), junta mengancam akan menangkap orang-orang yang akan 'berinvestasi' dalam obligasi yang ditawarkan oleh aliansi pro-demokrasi tersebut.

Ancaman tersebut muncul setelah NUG mengumumkan mereka telah mengumpulkan 9,5 juta dolar AS dalam 24 jam pertama penjualan obligasi.


Militer Myanmar telah memperingatkan bahwa orang akan dijatuhi hukuman penjara yang lama karena keterlibatan mereka dalam apa yang mereka sebut 'pendanaan teroris'.

NUG mengatakan hasil dari obligasi tanpa bunga akan mendanai revolusi melawan kudeta militer, yang menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis pada Februari.

"Tindakan dapat diambil di bawah tuduhan terorisme dengan hukuman berat bagi mereka yang mendanai kelompok teroris," kata jurubicara junta dalam konferensi pers reguler yang disiarkan televisi, seperti dikutip ANI News.

"Jika Anda membeli obligasi uang, itu termasuk dalam (ketentuan)," tambahnya.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta pada 1 Februari, ketika militer Myanmar yang dipimpin oleh Jenderal Senior Ming Aung Hlaing menggulingkan pemerintah sipil dan menyatakan keadaan darurat selama setahun. Kudeta itu memicu protes massa dan disambut dengan kekerasan mematikan.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya