Berita

Ilustrasi/Getty Images

Dunia

Takut Varian Omicron Banyak Negara Berlomba-lomba Tutup Perbatasan, WHO: Tidak Perlu Panik

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 06:43 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kemunculan varian baru B.1.1.529 atau yang lebih dikenal dengan Varian Omicron cukup banyak menyita perhatian dunia, lantaran berpotensi jauh lebih menular dan berbahaya, bahkan dari Varian Delta.

Kendati begitu, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Rusia, Melita Vujnovic pada Sabtu (27/11) mengatakan tidak ada alasan untuk panik mengenai varian baru tersebut.

"Tidak perlu panik, karena kita belum tahu jika virus ini melewati vaksin, seberapa besar itu akan mengurangi efektivitas vaksin apa pun. Kita tidak tahu itu saat ini," ujarnya, seperti dikutip Sputnik.


Namun, Vujnovic memang berasumsi bahwa varian Omicron mungkin lebih menular daripada strain lainnya.

Pada Jumat (26/11), WHO mengidentifikasi Varian Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan sebagai salah satu "Variant of Concern",

"Varian baru Covid-19, Omicron, memiliki sejumlah besar mutasi, beberapa di antaranya mengkhawatirkan. Inilah sebabnya mengapa kami perlu mempercepat upaya untuk kesetaraan vaksin secepat mungkin dan melindungi yang paling rentan di mana-mana," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus.

Varian Omicron baru dilaporkan membawa 32 mutasi. Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan Angelique Coetzee mengatakan Omicron menghasilkan penyakit ringan, tanpa sindrom yang menonjol.

Kemunculan varian baru ini membuat sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Kanada, Israel, hingga Australia membatasi bahkan menutup pintu perbatasan untuk Afrika Selatan.

Afrika Selatan sendiri telah mengkritik keputusan larangan terbang tersebut, dengan menyebutnya sebagai prematur.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya