Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Diam-diam Dekati Vanuatu hingga Kiribati, China Lebarkan Pangkalan Militer ke Pasifik?

MINGGU, 28 NOVEMBER 2021 | 06:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China dilaporkan tengah aktif melakukan pendekatan secara diam-diam dengan negara-negara kepulauan di Pasifik untuk mendapatkan akses pengembangan pangkalan militer.

Sebuah laporan dari Singapore Post yang dikutip The Times of India pada Kamis (25/11) menyebut salah satu negara Mikronesia, yaitu Kiribati, tengah menjajaki pembukaan cadangan laut terbesarnya untuk penangkapan ikan komersial, dengan memberikan lampu hijau untuk pembangunan Angkatan Laut China.

Presiden Kiribati Taneti Maamau dilaporkan telah memutuskan untuk membuka cadangan laut untuk penangkapan ikan komersial ke China yang dapat dieksploitasi untuk tujuan ganda.


Pemerintah Kiribati mengatakan langkah itu akan menghasilkan lebih dari 200 juta dolar AS untuk negara.

Ambisi China untuk membangun pangkalan militer di kepulauan Pasifik sendiri diperkuat dengan beberapa hal.

Sebuah lembaga think thank dari Australia, Asia and Pacific Policy Society, mengungkap delegasi Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) China telah melakukan 24 kunjungan ke negara-negara kepulauan pasifik dari 2006 hingga 2019.

Seiring dengan kemunculan Quad dan AUKUS, China telah muncul sebagai mitra diplomatik dan ekonomi utama bagi negara-negara kecil di kepulauan Pasifik, khususnya selama pandemi.

Di Vanuatu, China mendanai proyek dermaga besar yang diyakini memiliki fasilitas ganda untuk pangkalan militer Beijing. Hal itu dibuktikan dengan China yang mendanai Melanesian Spearhead Group (MSG) yang berbasis di Suva, Fiji. Vanuatu sendiri adalah negara Melanesia.

Kendati begitu, Vanuatu membantah pihaknya mengizinkan China untuk mengembangkan pangkalan militer. Sementara Amerika Serikat (AS) dan Australia juga memberikan tekanan.

Sebagai upaya untuk mengembangkan sistem komunikasi mandiri di kawasan tersebut, China juga telah mendanai sistem serat optik bawah laut. Sistem komunikasi tersebut diawal dari Guam, kemudian ke kepulauan Nauru, Kiribati, dan Negara Federasi Mikronesia.

Sistem komunikasi itu disebut untuk menyaingi Kabel Serat Polinesia Manatua One yang merupakan kabel komunikasi bawah laut yang menghubungkan negara-negara Polinesia seperti Samoa, Niue, Kepulauan Cook, dan Polinesia Prancis.

Tetapi Singapore Post mencatat, proyek tersebut dibatalkan seiring dengan munculnya tekanan dari AS atas masalah keamanan.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya