Berita

COO Yayasan Menembus Batas, Nicky Clara/Ist

Nusantara

Menembus Batas Disabilitas Menuju Kesetaraan dan Berdaya Saing

SABTU, 27 NOVEMBER 2021 | 09:57 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Isu kesetaraan bagi penyandang disabilitas di Indonesia kini makin marak disuarakan beragam LSM dan aktivis.

Melalui kesetaraan, para penyandang disabilitas diharapkan mendapatkan hak-hanya sebagaimana masyarakat lain.

Berangkat dari kesetaraan tersebut, Yayasan Menembus Batas menjadi wadah gerakan sosial bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan informasi dari segi bisnis, UMKM, keterampilan, pendidikan, dan lainnya.


COO Yayasan Menembus Batas, Nicky Clara menjelaskan, yayasannya lebih fokus di dalam pilar pendidikan dan pemberdayaan.

"Jadi bagaimana kita meningkatkan teman-teman disabilitas dari segi kapasitas dan kapabilitasnya sampai akhirnya mereka bisa berdaya, baik dalam pekerjaan ataupun usaha," jelas Nicky Clara dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (27/11).

Mengusung the right person for the right job, para penyandang disabilitas ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan. Minat dan bakat mereka juga difasilitasi dengan mengikuti pelatihan profesional, digital,dan usaha.

Menembus Batas juga menjadi jembatan antara lembaga-lembaga seperti BUMN. Ia berujar, selama ini banyak program pemberdayaan membutuhkan sumber daya manusia, namun tidak tersampaikan kepada penyandang disabilitas.

“Pemerintah, swasta, dan lembaga yang sebenarnya memiliki program pemberdayaan, tidak tahu persebaran teman disabilitas yang bisa dibantu. Perlu ada 'Big Data' yang jadi jembatan," tutup board member Menembus Batas, Ferro Ferizka.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya