Berita

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dan Presiden Prancis Emmanuel Macron/Net

Dunia

Saling Menyalahkan Soal Krisis Migran, Prancis Batalkan Undangan Pertemuan untuk Menteri Inggris

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 18:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertikaian antara Prancis dan Inggris terkait dengan krisis migran berujung pada saling menyalahkan dan dibatalkannya undangan untuk menteri Inggris.

Pemerintah Prancis dilaporkan telah membatalkan undangan untuk Menteri Dalam Negeri Inggris Priti Patel dalam menghadiri pertemuan di Calais pada Minggu (28/11). Kendati begitu, pertemuan antara menteri dari Prancis, Jerman, Belanda, Belgia, dan Komisi Eropa masih akan tetap dilanjutkan.

Dibatalkannya undangan untuk Patel dipicu oleh surat dari Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang menyalahkan Prancis atas banyaknya migran yang melakukan perjalanan berbahaya melintasi laut ke Inggris.


Lewat suratnya, Johnson menekankan bahwa Paris telah sepakat untuk melakukan patroli bersama dan setuju untuk mengambil kembali para migran yang berhasil sampai ke Inggris.

Menanggapi surat Johnson, Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (26/11) mengatakan pihaknya perlu bersikap serius utnuk mengekang para migran yang melarikan diri dari seberang selat.

Paris, secara khusus, marah terhadap London karena Johnson ternyata mengunggah surat tersebut di Twitter.

Dikutip Reuters, kemarahan Prancis membuat pemerintahan Macron membatalkan undangan untuk Patel.

"Para menteri (Uni Eropa) akan bekerja secara serius untuk menyelesaikan masalah serius dengan orang-orang yang serius. Kami kemudian akan melihat bagaimana bergerak maju secara efisien dengan Inggris, jika mereka memutuskan untuk serius,” kata Macron dalam konferensi pers.

Pertikaian antara Inggris dan Prancis terkait krisis migran terjadi setelah beberapa hari lalu sebanyak 27 migran dinyatakan meninggal dunia ketika mencoba menyeberangi laut dari Prancis ke Inggris.

Prancis menuduh Inggris mengelola sistem imigrasinya dengan buruk dan Macron mengatakan cuitan Johnson bukanlah cara "serius" dalam menangani masalah.

"Saya terkejut ketika hal-hal tidak dilakukan dengan serius, kami tidak berkomunikasi antar pemimpin melalui cuitan atau surat yang diterbitkan, kami bukan whistle-blower," sindir Macron.

Sementara itu, London mengatakan pihaknya berharap Paris akan mempertimbangkan kembali atas keputusan membatalkan undangan bagi Patel.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya