Berita

Gubernur Jabar Ridwan Kamil/Ist

Politik

Ini 3 Masalah yang Bikin Berat Peluang Ridwan Kamil di Pilpres 2024

JUMAT, 26 NOVEMBER 2021 | 06:52 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Kendaraan politik menjadi salah satu faktor belum adanya relawan yang mendorong Ridwan Kamil maju di Pilpres 2024. Selain itu, elektabilitas Ridwan Kamil juga masih rendah dibanding figur lainnya.

Hal tersebut disampaikan pengamat politik dari Visi Nusantara Maju, Yusfitriadi kepada Kantor Berita RMOLJabar, Kamis (25/11).

"Ada beberapa persoalan mengapa Ridwan Kamil belum ada relawan yang mendeklarasikannya untuk maju di Pilpres 2024. Pertama, RK tidak punya partai politik, lantas mereka mau lewat apa untuk mendirikan relawan itu," ucap Yusfitriadi.


Dijelaskan Yusfitriadi, untuk bisa mendeklarasikan sebuah relawan harus ada dorongan dari partai politik. Sehingga wajar, sampai saat ini belum ada relawan yang mendeklarasikan dukungan bagi Ridwan Kamil.

"Lalu yang kedua, saya menilai bahwa Ridwan Kamil ini elektabilitasnya masih lemah, apabila dibandingkan dengan Ganjar, Prabowo, maupun Anies," imbuh Kang Yus, sapaan akrabnya.

Meski hasil survei baru sebatas persepsi, tetapi itu menggunakan metode ilmiah yang tentunya mendekati sebuah kebenaran. Sehingga, masyarakat bisa menilai figur yang diusung.

"Terlebih untuk sekarang ini waktunya tinggal dua tahun lagi, dan tentunya survei itu akan diproses secara terus-menerus. Bahkan hampir semua lembaga survei menempatkan Ridwan Kamil pada posisi yang terbilang cukup rendah," ujar Kang Yus.

Mantan Direktur Eksekutif DEEP Indonesia tersebut menambahkan, persoalan lainnya adalah karena Ridwan Kamil belum memiliki program-program yang mampu menarik simpati publik dan elite politik.

"Saya pikir kans Ridwan Kamil akan berat untuk menyongsong Pilpres 2024 kalau tidak ada partai yang meminangnya, bahkan lebih bagusnya harus sudah dipersiapkan dari sekarang," tandasnya.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

UPDATE

MNC Siap Lawan Putusan CMNP Lewat Banding hingga PK!

Selasa, 28 April 2026 | 20:09

Menyambut Hardiknas 2026: Mengupas Makna Tema, Filosofi Logo, dan Harapan Pendidikan Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 20:06

RUPS bjb Angkat Susi Pudjiastuti Jadi Komut, Ayi Subarna Dirut

Selasa, 28 April 2026 | 20:02

KAMMI Ingin Perempuan jadi Penggerak Kedaulatan Energi

Selasa, 28 April 2026 | 20:01

Membaca Paslon Pimpinan NU di Muktamar ke-35

Selasa, 28 April 2026 | 19:59

Prabowo Sempatkan Ziarah ke Makam Sang Kakek Margono Djojohadikusumo

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Jamaluddin Jompa Kembali Jabat Rektor Unhas

Selasa, 28 April 2026 | 19:47

Legislator Golkar Desak Dirut KAI Mundur

Selasa, 28 April 2026 | 19:44

RUPST bank bjb, Susi Pudjiastuti Komut Independen

Selasa, 28 April 2026 | 19:42

Polri Unjuk Gigi, Timnas Silat Sapu Emas di Belgia

Selasa, 28 April 2026 | 19:34

Selengkapnya