Berita

Jurubicara Taliban Suhail Shaheen/Net

Dunia

Meski Masih Dibanjiri Kritik, Taliban Merasa Pemerintahan yang Dibentuk Sudah Inklusif

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 09:23 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Taliban menganggap pemerintahan yang mereka bangun dengan identitas Imarah Islam Afghanistan sudah cukup inklusif lantaran mencakup perwakilan dari berbagai kelompok etnis.

Meski begitu, Taliban masih menghadapi kritik lantaran tidak adanya perwakilan perempuan dalam pemerintahan yang mereka lantik pada September lalu.

Bahkan komunitas internasional mengkritik keras pembatasan yang dilakukan oleh Taliban terhadap perempuan untuk mendapatkan hak pendidikan.


"Berkenaan dengan inklusivitas, pemahaman kami tentang inklusivitas adalah bahwa orang-orang dari etnis yang berbeda harus berpartisipasi dalam pemerintahan," kata jurubicara Taliban Suhail Shaheen, seperti dikutip ANI News.

Shaheen lebih lanjut menekankan, orang-orang berbakat dari berbagai etnis dapat mengambil bagian dalam mengatur negara.

Tiga bulan telah berlalu sejak Taliban mendapatkan kembali kendali atas Kabul, saat Amerika Serikat (AS) dan sekutunya pergi, mengakhiri kehadiran militer mereka selama 20 tahun di Afghanistan.

Pada September, Taliban telah mengumumkan komposisi pemerintahan sementara yang semuanya laki-laki yang dipimpin oleh Mohammad Hasan Akhund, yang menjabat sebagai menteri luar negeri selama pemerintahan Taliban pertama.

Bertentangan dengan semua janji pemerintah inklusif, Taliban telah menunjuk kabinet yang semuanya laki-laki. Mereka menghapus Kementerian Urusan Perempuan.

Komunitas internasional belum mengakui Taliban. Syarat utama pengakuan tersebut mencakup inklusivitas dan penghormatan terhadap hak asasi manusia, termasuk hak-hak perempuan.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya