Berita

Perdana Menteri Swedia Magdalena Andersson/Net

Dunia

PM Perempuan Pertama Swedia Mundur Hanya Beberapa Jam Setelah Menjabat

KAMIS, 25 NOVEMBER 2021 | 08:17 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kurang dari 12 jam setelah meraih kemenangan, perdana menteri perempuan pertama Swedia dari Sosial Demokrat, Magdalena Andersson mengundurkan diri.

Pengunduran diri dilakukan pada Rabu (24/11), setelah Partai Hijau keluar dari koalisi dua partai bersama Sosial Demokrat, yang memicu ketidakpastian politik.

Keluarnya Partai Hijau dari koalisi dilakukan setelah parlemen menolak RUU anggaran koalisi.


Dalam konferensi pers, Andersson mengaku telah mengatakan kepada ketua parlemen untuk diangkat kembali sebagai perdana menteri sebagai kepala pemerintahan satu partai.

"Saya telah meminta pembicara untuk dibebaskan dari tugas saya sebagai perdana menteri. Saya siap menjadi perdana menteri dalam satu partai, pemerintahan Sosial Demokrat," ujar Andersson, seperti dikutip Reuters.

Partai Hijau mengatakan akan mendukungnya dalam setiap pemungutan suara konfirmasi baru di parlemen, sementara Partai Tengah berjanji untuk abstain, yang dalam praktiknya sama dengan mendukung pencalonannya. Partai Kiri juga mengatakan akan mendukungnya.

Sementara partai-partai ini tidak dapat menyepakati anggaran, mereka bersatu dalam tujuan menjaga agar Partai Demokrat Swedia, sebuah partai populis, anti-imigrasi, tidak memiliki peran dalam pemerintahan.

"Partai Tengah akan membuka pintu baginya (Andersson) untuk menjadi perdana menteri," kata pemimpinnya, Annie Loof.

"Kami akan memastikan, sekali lagi, bahwa Swedia dapat memiliki pemerintahan yang tidak bergantung pada Demokrat Swedia," tambahnya.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya