Berita

Kamp Tindouf/Net

Dunia

Militer Aljazair Tembak Mati Dua Pengungsi Sahrawi di Kamp Tindouf

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 17:39 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Dua pengungsi Sahrawi yang tinggal di Kamp Tindouf dilaporkan meninggal dunia usai ditembak mati oleh pasukan militer Aljazair pada akhir pekan lalu.

Dari laporan media lokal, dua pengungsi berasal dari suku Sellam Reguibat itu ditembak mati di 5 kilometer wilayah barat Kamp Tindouf pada Sabtu (20/11). Wilayah tersebut dikenal dipenuhi oleh pasukan militer.

Keduanya diketahui merupakan Lakbir Ould Sid Ahmed Ould El Markhi dan sepupunya, Mohamed Fadel Ould Ould Chaghibine.


Menurut mantan pejabat senior Polisario yang kini menjadi kritikus kelompok tersebut, Mustafa Salma Ould Sidi Mouloud, militer Aljazair menembak mati dua orang Sahrawi itu di sebuah truk Nissan tidak jauh dari perbatasan Mauritania.

Insiden itu terjadi ketika sebuah truk dagang Aljazair diperkirakan akan menyeberang menuju Mauritania. Bahkan truk tersebut tersebut telah dilindungi oleh pesawat militer, seperti dilaporkan Morocco World News.

Aktivis itu menambahkan bahwa kedua Sahrawi itu membawa 400 liter bahan bakar, yang mereka coba selundupkan ke Mauritania untuk mencari nafkah.

Ia juga mengutuk kurangnya respon Sahrawi, terutama para aktivis dan keluarga yang selama ini mengutuk dan berduka atas meninggalnya para pengungsi yang tewas di sabuk pertahanan.

Ini bukan pertama kalinya militer Aljazair melakukan kekerasaan terhadap pengungsi di Kamp Tindouf. Selama lebih dari lima tahun terakhir, tidak kurang dari 20 orang Sahrawi meninggal dunia di tangan militer Aljazair.

Insiden ini kemungkinan akan memicu ketegangan di Kamp Tindouf, khususnya para pengungsi baru-baru ini juga melakukan aksi protes terhadap kekerasan yang mereka alami.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya