Berita

Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan/Net

Dunia

Bukan Qatar, Taliban Gandeng UEA untuk Operasikan Bandara Kabul

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 16:49 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kelompok Taliban tampaknya menggandeng Uni Emirat Arab (UEA), dan bukan Qatar, untuk mengelola Bandara Internasional Hamid Karzai di ibukota Afghanistan, Kabul.

Hal itu dibuktikan lewat serangkaian diskusi yang dilakukan oleh para pejabat UEA dengan pihak Taliban dalam beberapa pekan terakhir untuk membahas operasi bandara Kabul sebagai pintu utama untuk keluar-masuk Afghanistan.

Menurut sumber yang dikutip Reuters, UEA sangat ingin melawan pengaruh diplomatik yang dinikmati oleh Qatar di Afghanistan.


Setelah Amerika Serikat (AS) angkat kaki, Qatar telah membantu menjalankan Bandara Internasional Hamid Karzai. Namun hingga saat ini, Taliban belum meresmikan pengaturan bandara bersama Qatar.

Seorang pejabat senior Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan pihaknya tetap berkomitmen untuk terus membantu mengoperasikan bandara Kabul, untuk memastikan akses kemanusiaan dan perjalanan yang aman.

Dua diplomat mengatakan Taliban juga telah meminta bantuan keuangan dari UEA, meskipun mereka menambahkan tidak jelas apakah ini terkait dengan diskusi bandara.

Salah satu masalah utama yang masih harus diselesaikan antara Taliban dan calon operator bandara adalah siapa yang akan memberikan keamanan di lokasi tersebut. Terlebih Taliban mengatakan mereka tidak menginginkan pasukan asing di negara itu setelah mereka kembali berkuasa setelah dua dekade perang.

Namun, pasukan khusus Qatar saat ini memberikan keamanan di dalam perimeter bandara, sementara pasukan khusus Taliban berpatroli di daerah-daerah di luar.

Sejauh ini negara-negara enggan untuk secara resmi mengakui pemerintah Taliban yang dianggap membawa Afghanistan mundur dari isu-isu mengenai perempuan dan minoritas.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya