Berita

Sosok Ganjar Pranowo mulai dapat dukung terbuka dari Relawan Jokowi/Net

Politik

Sulit Dapat Tiket PDIP, Joman: Mau ke Gerindra atau Golkar, Kita Ikut Mas Ganjar

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 15:30 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Tiket calon presiden dari PDI Perjuangan untuk Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo rasa-rasanya sulit didapatkan. Sejauh ini partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri masih nampak keukeuh mengupayakan Puan Maharani sebagai jagoan di Pilpres 2024.

Melihat kecilnya peluang Ganjar mendapat tiket Capres PDIP, Ketua umum DPP Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer mengaku akan tetap mendukung Ganjar Pranowo gantikan Joko Widodo.

Pria yang karib disapa Noel ini menjelaskan, perpindahan haluan politik Joman yang berubah bentuk menjadi Ganjar Pranowo Mania (GP Mania) tidak berbasis dukungan partai.


"Kita pendukungnya Mas Ganjar, bukan pendukung partai. Jadi, ke mana pun Mas Ganjar, kita ikut. Mau Mas Ganjar ke Gerindra, ke Golkar, ke PKS, ke Nasdem, kita ikut. Orang kita kan pendukung Ganjar, bukan pendukung partai. Nama kita GP Mania,” ucap Noel kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (24/11).

Noel menambahkan, GP Mania optimis PDIP akan memberikan tiket calon presiden kepada Ganjar Pranowo.

Argumentasi Noel, selama ini Megawati Soekarnoputri sebagai veto player di PDIP memiliki pengalaman politik yang panjang.

Ia yakin, Megawati akan muncul sebagai king maker dalam menentukan siapa calon presiden yang kualitasnya tidak diragukan.

Selama memimpin PDIP, kata Noel, Mega sangat paham harus berbuat apa dan mendelegasikan kekuasannya pada sosok yang seperti apa.

"Dia (Mega) sadar sekali dengan politik, harus apa, harus mimpin partai dan mendelegasikan kekuasaannya untuk eksekutif itu ke orang lain, ini kan pendidikan politik yang baik untuk demokrasi,” katanya.

Lebih lanjut, belajar dari momentum Pilpres 2013-2014, Noel berpandangan, meski seorang Ketua Umum PDIP, Megawati tidak akan otomatis dia maju sebagai Capres.

 "Hari ini juga direspons oleh Nasdem, dengan tidak mengedepankan ketum partai menjadi presiden. Ini kan baik untuk pendidikan politik ke depan,” tutupnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya