Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Tiba di Afghanistan, Perusahaan China Mulai Eksplorasi Lithium Bernilai Triliunan Dolar

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 12:44 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sekelompok delegasi China telah tiba di Afghanistan untuk mulai mengeksplorasi tanah dengan kandungan lithium bernilai triliunan dolar.

Delegasi-delegasi tersebut datang menggunakan visa khusus dan tengah melakukan inspeksi di tempat proyek lithium potensial. Mereka diketahui berasal dari lima perusahaan China dan tiba sejak awal November.

"(Mereka) telah tiba di Chinatown dan sedang melakukan inspeksi di Afghanistan seperti yang direncanakan," ujar Yu Minghui, seorang direktur komite yang membantu perusahaan-perusahaan China untuk mengeksplorasi peluang bisnis di Afghanistan.


Pada Agustus, surat kabar Jepang Nikkei Asia melaporkan China memposisikan dirinya untuk menjadi mitra internasional utama bagi Taliban setelah jatuhnya Kabul. Laporan itu menambahkan bahwa Beijing mengincar bahan langka bumi senilai 1 hingga 2 triliun dolar di Afghanistan, terutama lithium.

Hal itu juga diperkuat dengan pernyataan Komandan Sekutu Tertinggi ke-16 NATO, James Stavridis yang mengatakan China berusaha untuk mengonsolidasikan sebanyak mungkin kendali atas rantai pasokan strategis untuk segala hal, mulai dari microchip hingga baterai mobil listrik.

Meski minat untuk melebarkan sayap di Afghanistan tumbuh di antara perusahaan-perusahaan China, namun ketidakpastian mengenai kebijakan, keamanan, ekonomi, dan infrastruktur masih menjadi hambatan.

Para ahli percaya bahwa Pakistan akan berusaha untuk bermitra dengan China dalam mengeksploitasi kekayaan mineral dan menghalangi India dari peran dengan rezim Taliban.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya