Berita

Petugas membagikan masker gratis di kota Amsterdam/Net

Dunia

Berpotensi Alami Code Black, Belanda Disarankan Segera Lakukan Lockdown dan tutup Sekolah

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 09:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Penyebaran wabah virus corona yang meluas di Belanda dalam beberapa pekan terakhir telah menempatkan negara itu dalam situasi yang mengkhawatirkan.

Bahkan Diederik Gommers, salah satu penasihat Tim Manajemen Wabah Belanda telah memperingatkan kemungkinan terburuk termasuk ‘Code Black’, kode yang mengumumkan adanya ancaman  yang membahayakan dalam beberapa hari ke depan.

“Dalam waktu sepuluh hari, unit perawatan intensif akan berada di situasi ‘Code Black’, di mana rumah sakit akan dipaksa untuk memutuskan pasien mana yang dapat mereka bantu, dan siapa yang harus ditolak,” kata Gommers selama pertemuan komite bersama anggota DPR Belanda pada Selasa malam (23/11) waktu setempat, seperti dikutip dari NL Times.


Oleh karena itu, menurutnya, Tim Manajemen Wabah dan para pemimpin politik di Belanda perlu segera mempertimbangkan serangkaian tindakan yang lebih keras untuk memperlambat jumlah infeksi virus corona yang sangat tinggi yang baru-baru ini dilaporkan setiap harinya. Ini bisa termasuk penguncian keras mulai minggu depan, dengan prospek menutup kembali sekolah-sekolah.

“Saya pikir sekarang ada momentum untuk memberlakukan tindakan keras dan melakukannya sesegera mungkin,” kata kepala perawatan intensif di Erasmus Medical Center itu.

“Sekarang benar-benar saat terakhir untuk bertindak. Akan sangat sulit untuk mengendalikan situasi jika skenario Kode Hitam itu tercapai,” kata Gommers.

Dia mengatakan, 650 tempat tidur perawatan intensif dapat disediakan untuk pasien Covid-19. Angka dari LCPS menunjukkan ada 2.540 pasien di rumah sakit dengan Covid-19 , termasuk 488 di perawatan intensif.

“Pada 651 Anda berada di Code Black,” katanya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya