Berita

Petenis asal China, Peng Shuai/Net

Dunia

Masih Jadi Kontroversi, China: Jangan Politisasi Kasus Peng Shuai

RABU, 24 NOVEMBER 2021 | 08:53 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

China mengeluarkan tanggapan tegas atas banyaknya rumor terkait menghilangnya bintang tenis Peng Shuai selama beberapa pekan terakhir usai mengunggah sebuah pesan kontroversial di media sosial.

Dalam sebuah konferensi pers pada Selasa (23/11), jurubicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan politisasi masalah Peng harus dihentikan.

"Ini bukan masalah diplomatik. Saya yakin semua orang akan melihat dia baru-baru ini menghadiri beberapa kegiatan publik dan juga mengadakan panggilan video dengan Presiden IOC Bach. Saya berharap orang-orang tertentu akan menghentikan hiping jahat, apalagi politisasi," ujar Zhao, seperti dikutip Reuters.


Keberadaan Peng yang merupakan mantan petenis ganda nomor satu dunia, menjadi perhatian internasional selama hampir tiga pekan setelah dia memposting pesan di media sosial yang menuduh bahwa mantan Wakil Perdana Menteri China Zhang Gaoli telah melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Unggahan tersebut kemudian dihapus, bersamaan dengan menghilangnya akun Peng.

Baik Zhang maupun pemerintah China tidak mengomentari tuduhan Peng. Topik tersebut juga telah diblokir dari internet China.

Tetapi Peng muncul kembali di hadapan publik ketika menghadiri pertemuan di Beijing pada akhir peka. Ia pun mengadakan panggilan video dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach pada Minggu (21/11). Tetapi Asosiasi Tenis Wanita (WTA) mengatakan panggilan telepon tidak mengatasi atau mengurangi kekhawatiran tentang kesejahteraan Peng.

Peneliti Amnesty International China, Alkan Akad, juga mengatakan panggilan video itu tidak banyak meredakan kekhawatiran atas kesejahteraan Peng.

Seorang juru bicara Amnesty International mengatakan organisasi itu bekerja secara independen dan tidak memihak berdasarkan fakta.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya