Berita

Perdana Menteri Israel Naftali Bennett/Net

Dunia

Israel Siap Konfrontasi Lawan Iran Walau Harus Berselisih dengan AS Dkk

SELASA, 23 NOVEMBER 2021 | 16:52 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Israel memberikan isyarat bahwa pihaknya siap meningkatkan konfrontasi terhadap Iran, terlepas dari negosiasi untuk menghidupkan kesepakatan nuklir antara Teheran dan negara-negara Barat.

Dalam pidatonya di Universitas Reichman yang disiarkan di televisi pada Selasa (23/11), Perdana Menteri Israel Naftali Bennett mengatakan program nuklir Iran sudah berada pada tahap yang paling maju.

Bennett mengatakan, Israel siap untuk melakukan konfrontasi, meski berseberangan dengan sekutu-sekutunya.


"Kami menghadapi masa-masa yang rumit. Ada kemungkinan bahwa akan ada perselisihan dengan teman-teman terbaik kami," ujar Bennett, seperti dikutip Reuters.

"Bagaimanapun, bahkan jika ada kesepakatan kembali, Israel tentu saja bukan pihak dalam kesepakatan itu dan Israel tidak diwajibkan oleh kesepakatan itu," tambahnya.

Negosiasi untuk menghidupkan kembali kesepakatan nuklir Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) dilaporkan akan dimulai kembali pada 29 November.

Negosiasi dilakukan sebagai upaya untuk membawa kembali Amerika Serikat (AS) ke kesepakatan, setelah mantan Presiden Donald Trump mundur pada 2015.

Pemerintahan Joe Biden telah menyatakan terbuka untuk kesepakatan nuklir baru dengan pembatasan lebih ketat terhadap Iran. Tetapi Bennet menegaskan Israel memiliki otonomi untuk mengambil tindakan tersendiri.

"Iran telah mengepung Negara Israel dengan rudal, sementara mereka duduk dengan aman di Teheran. Mengejar teroris du jour yang dikirim oleh Pasukan Quds (rahasia Iran) tidak membuahkan hasil lagi. Kita harus mencari petugas operator," kata Bennett.

Kendati begitu, Bennet mengatakan Israel memiliki keunggulan dalam hal teknologi siber, demokrasi, dan dukungan internasional untuk menghadapi Iran.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya